Tuhan Yesus Tidak Tidur: Pemeliharaan Tuhan

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Pemeliharaan Tuhan

Seorang pendeta wanita memberi kesaksian bahwa ketika emngandung anak pertama, pada mulanya hati kecilnya menolak. Menurutnya, kehamilannya itu terlalu cepat padahal ia dan suaminya merasa belum mapan. Ketika orang lain memberi ucapan selamat kepadanya, hati kecilnya sebenarnya memberontak. Ia belum siap mempunyai anak.

Hingga suatu malam, ia bermimpi melihat anak kecil yang berwajah bulat dan berpakaian rompi. Malam itu juga, ia langsung membangunkan suaminya dan berkata, “Pa, besok anak kita laki-laki!” Padahal, saat itu usia kandungannya baru 2 bulan. Sejak saat itu, pendeta itu dapat menerima dan mensyukuri kehamilannya.

Tiga tahun kemudian, ketika anaknay bertumbuh besar, diam-diam ia mendandani anaknya dengan pakaian rompi dan menyisir rambutnya ke pinggir. Setelah diamat-amati dengan seksama, ternyata wajah anak sulungnya itu persis dengan wajah anak dalam mimpinya itu!

Pada masyarakat modern, ada kecenderungan menganggap anak sebagai beban. Banyak pengantin baru yang menunda atau bahkan enggan mempunyai anak. Penyebabnya, tidak lain karena tekanan ekonomi yang semakin berat. Prinsip ini memang baik. Namun di sisi lain, hal ini menunjukkan keraguan pada pemeliharaan Tuhan.

Terus bagaimana, dong? Yesus memerintahkan supaya kita tidak mencemaskan hari esok. Biarlah kita menyerahkan hari esok pada Tuhan. tugas kita adalah menfokuskan diri dalam menjalani hari ini. Perencanaan hidup itu perlu, tetapi jangan sampai perencanaan itu menyisihkan kuasa Tuhan dalam hidup kita.

Anak adalah milik Tuhan. percayalah, Tuhan pasti memelihara miliki-Nya.