Tuhan Yesus Tidak Tidur: Misteri Rancangan Tuhan

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Misteri Rancangan Tuhan

Pasangan suami isteri ini telah berjuang 13 tahun untuk mendapatkan keturunan, tetapi nihil. Sampai akhirnya mereka sampai pada titik penyerahan diri. “Dulu sewaktu saya mengucapkan janji pernikahan, saya’kan tidak mengajukan syarat bahwa isteri saya harus bisa hamil,” kata Purnomosidi, sang suami.

“Ketika saya sudah pasrah, tahun 1997 isteri saya hamil,” kenangnya, “Kami tentu saja gembira.” Namun kegembiraan itu hanya bertahan dua bulan karena isterinya kemudian mengalami keguguran. Saat itulah Purnomosidi mengalami kekecewaan yang luar biasa. Ia memprotes Tuhan, “Tuhan itu bagaimana sih? Kamu sudah bertahun-tahun minta anak, tapi Tuhan tidak mengabulkannya. Ketika kami sudah tidak begitu menginginkan lagi, eh Tuhan membuat isteri saya hamil. Namun saat kami sudah mulai merasa senang, Tuhan mengambilnya kembali. Saya kecewa sekali pada Tuhan.”

Selama bertahun-tahun, ia mengalami kepahitan dengan Tuhan. hingga pada awal tahun 2005, isterinya ingin punya anak lagi. Meskipun pesimis, toh sang suami menuruti.

Tanggal 25 Maret 2005, saat berteduh, isterinya sangat tersentuh oleh renungan tentang Maria dan kelahiran Yesus. Siangnya, Purnomosidi mendapat kabar dari dokter bahwa isterinya positif hamil. “Saat itu, saya seperti melompat dari tempat itu!” kenangnya. Penantiannya telah berakhir. Ia mengakui bahwa selama ini memang hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Ia lebih percaya pada terapi medis dan kurang berharap kepada Tuhan. Kita kadang-kadang sulit memahami jalan pikiran Tuhan. namun itu tidak usah dipusingkan, Tuhan pasti sudah memikirkan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.

Ketika kita tidak dapat memahami Tuhan dengan PIKIRAN kita, kita dapat memahami-Nya dengan IMAN kita.