Tuhan Yesus Tidak Tidur : Bukan Mission Impossible

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Bukan Mission Impossible

Seorang jemaat menceritakan kesaksian kehidupannya pada saya. Sebut saja namanya Yeni. Suatu ketika ia mengalami kecelakaan lalu lintas dan dilarikan ke R.S untuk mendapat pertolongan darurat. Setelah masa kritis berlalu, dokter yang menanganinya baru mengetahui bahwa Yeni sedang hamil. Padahal obat-obatan yang terlanjur diberikan padanya sebenarnya berpotensi merusakkan janin. Karena itu, dokter menyarankan supaya pasien menggugurkan kandungannya. Alasannya, janin yang dikandungnya sudah tercemar obat-obatan. Sekalipun nanti lahir dalam keadaan hidup, bayi ini akan mengalami cacat.

Namun, Yeni menolak saran ini. Ia bertekad untuk tetap meneruskan kehamilannya. Bulan demi bulan berlalu, hingga tiba waktu untuk melahirkan. Puji Tuhan! Bayi itu lahir normal. Bayi perempuan itu diberi nama Margareta.

Tahun demi tahun, Margareta bertumbuh tanpa mengalami gangguan kesehatan yang berarti. Malahan, Margareta menunjukkan prestasi yang cemerlang. Selain selalu menjadi juara kelas dari sejak dari SD hingga SMP, ia juga hebat di dalam olahraga renang. Ia memenangi kejuaraan renang remaja sekabupaten.

Suatu ketika Margareta diajak menemui dokter yang pernah menyarankan untuk menggugurkan kandungan. “Dok, anak ini yang seharusnya digugurkan itu,” kata Yeni. Dokter itu hanya menggeleng-gelengkan kepala dengan takjub. Katanya, “Kalau bukan karena mujizat, hal itu tidak mungkin terjadi.”

Kita patut bersyukur bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang begitu pesat. Banyak penyakit dan gangguan kesehatan yang disembuhkan. Meskipun demikian, sebaiknya kita juga tidak membatasi karya Allah dalam kehidupan kita. Mukjizat itu masih ada!

Kuasa Allah masih ada sampai sekarang. Kadang-kadang Allah memakai ilmu pengetahuan, tetapi kadang-kadang juga memakai mukjizat.