Tuhan Yesus Tidak Tidur: Fokus Kehidupan

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Fokus Kehidupan

Sewaktu masih anak-anak, saya suka mengikuti orang yang membajak ladang. Mata bajak yang ditarik oleh kedua sapi itu menembus permukaan tanah dan membongkarnya sehingga lapisan yang ada di dalamnya terbalik ke permukaan. Jika beruntung, saya bisa mendapatkan sisa-sisa kacang tanah yang tidak ikut tercabut pada panenan sebelumnya.

Jika diperhatikan, meskipun ada banyak anak yang mengikuti di belakangnya, tetapi mata bajak itu terarah ke depan. Mengapa begitu? Karena ia harus mengarahkan jalan alat bajaknya sehingga didapatkan hasil yang memuaskan.

Yesus memakai perumpamaan ini untuk menekankan pentingnya fokus dalam kehidupan. Apakah itu artinya kita harus melupakan masa lalu? Tidak juga. Pembajak kadang kala juga melihat ke belakang untuk memeriksa hasil bajakannya. Namun, Yesus tidak menghendaki murid-murid-Nya terjerat masa lalu. Pembajak yang kecewa melihat hasil bajakannya dan terlalu lama menengok ke belakang, arah bajakannya semakin tidak karuan.

Coba Anda renungkan sejenak. Apakah ada yang mengganggu fokus Anda hari ini? Apakah itu berupa hubungan dengan pasangan Anda atau anggota lain? Atau ambisi Anda? Atau keinginan untuk menyamai yang dimiliki tetangga? Atau kepahitan masa di masa lalu?

Yesus berhasil menyisihkan hal-hal yang dapat mengganggu fokus hidup-Nya. Itu sebabnya, Dia sukses menjalankan tugas yang diberikan Bapa kepada-Nya. Yesus tidak menghendaki murid-murid-Nya menjalankan tugas mereka dengan perhatian yang terbagi. Bagaimana Anda membajak hari ini? Apakah sudah mengarahkan pandangan Anda ke depan?

Mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah, maka hasilnya akan setengah-setengah juga.