Tuhan Yesus Tidak Tidur : Naluri Orang Kristen

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Naluri Orang Kristen

Pada pertengahan abad ke 4, seorang kaisar bernama Yulianus si Murtad mengeluarkan dekrit yang melarang rakyatnya memeluk agama Kristen. Yulianus ini malah kembali memuja berhala-hala. Itu sebabnya, gereja menjulukinya “Si Murtad”.

Meskipun telah bertindak keras, tetapi upayanya untuk menghambat kekristenan tidak berjalan dengan mulus. Masih banyak rakyat dengan diam-diam tetap percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Mengapa bisa demikian? Rahasianya karena gereja mula-mula dikenal dalam karya-karyanya di bidang kemanusiaan dan kemurahan hati. Hal ini pun diakui oleh Yulianus sendiri. Ia mengeluh bahwa sulit baginya untuk memulihkan penyembahan berhala jika orang Kristen “memperhatikan mereka yang lemah, bukan hanya yang beragama Kristen, melainkan juga yang penyembah berhala.”

Kekristenan identik dengan karya kemanusiaan. Di berbagai sudut di dunia ini, kita mudah menjumpai organisasi-organisasi Kristen yang melakukan pekerjaan baik ini. Mereka melakukannya dengan tulus. Paulus menyebut orang Kristen yang telah melakukan “pekerjaan yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan” ini sebagai orang yang “telah menggunakan kesempatan untuk berbuat baik”

Naluri orang Kristen adalah mengasihi. Saya yakin, Anda pun mempunyainya. Persoalannya, apakah Anda telah mengikuti naluri ini?

Ikutilah naluri Anda! Manfaatkan segala kesempatan untuk berbuat baik.