Tuhan Yesus Tidak Tidur : Rancangan Manusia

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Rancangan Manusia

Dengan semangat yang tinggi, Paulus pergi ke Damsyik untuk menganiya orang Kristen di sana. Mengapa ke Damsyik? Apakah di Yerusalem sudah tidak ada lagi orang Kristen yang dapat dianiya? Kota Damsyik berjarak sekitar 140 km dari Yerusalem atau kira-kira seminggu perjalanan menggunakan keledai. Pada saat itu, Damsyik menjadi pusat perdagangan dan transportasi yang cukup penting. Kemungkinan besar Paulus pergi ke kota itu karena ingin mencegah ajaran Kristus ini menyebar ke seluruh dunia.

Paulus sudah berpikir secara stategis. Ini tidak mengherankan, sebab Paulus termasuk orang yang terpelajar. Dalam pengetahuan ‘teologi’ ajaran Yahudi, Paulus ‘jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya; ia juga sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyang. Namun ketika ia hampir sampai, sebuah sinar kemuliaan ilahi menghempaskannya ke tanah. Sapaan Allah telah mengjungkirbalikkan segala rencana Paulus.

Kecerdasan dan kesalehan yang dimiliki oleh Paulus semuanya itu menjadi “sampah” di hadapan Allah. Kehebatan dan kehormatan yang dimilikinya menjadi layu seketika saat di terpa cahaya Allah. Apa yang dapat dibanggakan manusia ketika berada di hadapan Allah?

Tuhan memberi hikmat dan pengetahuan kepada kita adalah demi kesejahteraan manusia. Namun, Tuhan tidak berkenan jika dengan hikmat dan pengetahuan itu membuat kita merasa paling hebat dan tidak membutuhkan pertolongan Tuhan lagi. Rancangan yang paling baik adalah rancangan yang dipersiapkan dengan sempurna dan diberkati oleh Allah. Bagaimana dengan rancangan hidup Anda?

Serahkan rancangan hidup Anda kepada Supervisor Agung maka Anda akan menuai kesuksesan.