Tuhan Yesus Tidak Tidur : Hati Hamba

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Seorang lulusan United Theological Seminary, mendapat tugas dari pimpinan gerejanya. Namun, ia kecewa berat karena tugas yang diberikannya terlalu remeh dan tidak sesuai dengan tingkat pendidikannya. Temannya menegur, “Dunia ini takkan pernah melihat maha karya lukisan, jika saja Michaelangelo berkata, ‘Saya ogah melukis atas gereja. Tugas ini terlalu kecil bagiku.’

Banyak orang kurang memahami makna “pelayanan”. Sebagai seorang pelayan, kita tidak boleh menolak sekecil apa pun tugas yang diberikan Tuan kita. Dalam Alkitab, kita dapat melihat orang-orang yang memiliki sifat seorang hamba. Mereka mengerjakan tugasnya dengan setia.

Nuh tidak berkata, “Saya ogah membuat bahtera.”

Yeremia tidak berkata, “Saya ogah meratap.”

Daud tidak berkata, “Saya ogah melawan raksasa.”

Maria tidak berkata, “Saya ogah mengandung karena masih perawan.”

Yohanes tidak berkata,” Saya ogah mengembara di padang gurun.”

Petrus tidak berkata, “Saya ogah menginjili orang kafir.”

Paulus tidak berkata, “Saya ogah menulis surat.”

Yesus tidak berkata, ”Saya ogah disalib.”

Seorang hamba yang baik melakukan tugasnya dengan setia. Ia tidak merasa diremehkan ketika diberi tugas kecil, juga tidak mengeluh ketika diberi tugas yang banyak. Jika berhasil menyelesaikan tugasnya, tidak akan memegahkan dirinya. Sadhu Sundar Singh, seorang penginjil ternama dari India, dengan rendah hati berkata, “Saya ini hanyalah keledai yang ditunggangi Yesus masuk ke Yerusalem. Masakan saya mencuri kemuliaan-Nya.”

Lebih baik tanggung jawab kecil, tetapi berhasil menyelesaikan, daripada tanggung jawab besar tetapi bekerja setengah-setengah.

 

 

Iklan