Tuhan Yesus Tidak Tidur : Magnificat

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Magnificat

Apabila Anda penggemar musik klasik, tentu mengenal salah satu komposisi yang berjudul Magnificat. Judul ini diambil dari madah (puji-pujian) yang diucapkan oleh Maria, ketemu bertemu Elisabet, saudaranya. Ketika Elisabet menyambut Maria, ia mengucapkan madah. Maria membalasnya dengan madah pula yang menonjolkan kasih Allah, yang telah ditanggapi dengan iman penuh penyerahan diri.

Madah ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, Maria mengagungkan tindakan kuasa Allah demi dirinya, wanita yang berstatus sosial rendah. Melalui berbagai ungkapan ia menegaskan prakarsa kasih Allah.

Bagian kedua, menggambarkan semacam “revolusi sosial” yang sedang dikerjakan dan kelak akan diwujudkan Allah di bumi ini. Nilai-nilai yang dianut dunia akan dijungkirbalikkan. Sebab Allah memperhatikan orang-orang yang tidak diperhitungkan oleh masyarakat, khususnya oleh penguasa.

Melihat rencana Allah itu, hati Maria tergerak untuk memuliakan Allah. Manusia memang tidak mampu menambah keagungan Allah, tetapi dapat menyadari dan menyatakan kemuliaan-Nya. Salah satu bentuk pengakuan terhadap kebesaran Allah adalah melalui puji-pujian dan doa.

Melalui karya penyelamatan Yesus, kita telah dimasukkan dalam tindakan penyelamatan Allah. Kita yang seharusnya dihukum, karena kasih karunia Allah mendapat pembebasan dalam penghakiman terakhir. Tidak hanya itu, kita malahan dianugerahkan kemuliaan surgawi. Mengetahui semuanya itu, hati siapa yang tidak akan memuliakan Tuhan, “Jiwaku memuliakan Tuhan!” Sudahkah Anda memuliakan Tuhan?

 

Pujilah Tuhan, sebab besar kasih setia-Nya pada umat-Nya.