Tuhan Yesus Tidak Tidur : Mau, Mampu, Mampus

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Mau, Mampu, Mampus

Seorang aktivis gereja membuat sebuah singkatan 3M, yaitu kepanjangan dari “Mau, Mampu, Mampus”. Ia lalu menjelaskan maksud istilah ini: dalam aktivitas di gerejanya, selalu dicari orang yang “Mau” atau bersedia terjun dalam dunia pelayanan. Namun, jika ia “Mampu” mengerjakan berbagai hal, ia akan “Mampus” atau mengalami kelelahan, baik fisik atau rohani.

Inilah fenomena yang memprihatinkan. Karena ia mau dan mampu melakukan tugas-tugas pelayanan, maka gereja menumpukkan beban pelayanan ke pundaknya. Namun, aktivis gereja adalah manusia biasa. Ia juga memiliki keterbatasan. Suatu saat, ia akan mengalami kelelahan tootal atau burn out.

Tuhan Yesus sudah mengantisipasi hal ini. Itulah sebabnya, Dia tidak mengutus murid-Nya untuk pergi sendiri-sendiri, tetapi berdua. Yesus menghendaki murid-murid-Nya bekerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, mereka bisa saling menolong dan melengkapi. “Berdua lebih menguntungkan daripada seorang diri. Kalau mereka bekerja, hasilnya akan lebih baik. Kalau yang seorang jatuh yang lain dapat menolongnya. Tetapi kalau seorang jatuh, padahal ia sendirian, celakalah dia karena tidak ada yang dapat menolongnya”.

Apakah pelayanan di gereja Anda hanya dilakukan oleh orang yang sama? Apakah ada orang-orang yang namanya selalu tercantum dalam kepanitiaan? Atau mungkin Anda sendiri yang mengalami 3M ini? Jika ada, hal itu mencerminkan gejala yang tidak sehat. Kristus sudah menetapkan sebuah hukum supaya orang percaya bertolong-tolongan dalam menanggung beban.

Allah menghendaki supaya kita bekerja sama, bukan bekerja bersama.