Tuhan Yesus Tidak Tidur : Siapa yang Kuutus?

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Siapa yang Kuutus?

Kisah panggilan Yesaya adalah sebuah cerita yang menakjubkan. Hanya dari sedikit ayat ini saja, kita bisa membayangkan keagungan Allah di surga. Dalam peristiwa itu Yesaya terpesona oleh apa yang dilihatnya, tetapi sejurus kemudian ia menjadi ketakutan. Ia merasa dirinya najis, kotor, dan tidak layak di hadapan Allah yang Mahasuci. Yesaya meratapi keadaannya, hingga seorang malaikat mendatanginya sambil membawa bara api yang menyala-nyala. Bara itu disentuhkan ke bibir Yesaya, maka kesalahan dan dosa-dosanya telah dibersihkan.

Setelah itu, Tuhan bertanya, “Siapa akan Kuutus? Siapa yang menjadi pembawa berita kita?”. Yesaya menjawab, “Ini aku, utuslah aku!”

Tugas apa yang diberikan Allah kepada Yesaya? “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini.” Sampai kapan berita itu harus disampaikan? “Sampai kota-kota menjadi reruntuhan tanpa penghuni, rumah-rumah tidak didiami lagi, dan tanah menjadi kosong dan tandus.” Yesaya melaksanakan perintah itu dengan taat. Ia membawa berita tentang pertobatan.

Anda dan saya adalah Yesaya juga. Kita sebenarnya adalah orang-orang yang najis dan tidak layak berdiri di hadapan Allah. Memang, saat ini tidak ada malaikat yang menyentuhkan bara api ke bibir kita, tetapi ada Juruselamat yang memberikan nyala api dalam roh kita. Maka, sebagai ucapan syukur, kita mengajukan diri untuk diutus oleh Allah, yaitu membawa berita keselamatan kepada bangsa-bangsa. Sampai kapan? Sampai tidak ada lagi orang yang belum mendengar berita pertobatan ini.

Datang dan lihatlah! Akui dan terimalah! Pergi dan ceritakanlah!