Tuhan Yesus Tidak Tidur : Orang Biasa

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Orang Biasa

“Ah, saya ini hanya orang biasa saja, kok,” kata teman ketika mendapat pujian. Ya, sebagian besar dari kita adalah orang biasa. Dalam Alkitab, kita mendapati orang-orang biasa. Petrus juga orang biasa. Layaknya orang biasa, ia juga memiliki rumah, isteri dan ibu mertua. Namun, mereka berubah menjadi orang yang luar biasa ketika bertemu Yesus.

Ketika Yesus berkunjung ke rumah Petrus, Yesus melihat ibu mertua Petrus yang berbaring karena sakit demam. Yesus memegang tangan ibu itu, lalu sembuhlah sakit demamnya.

Ibu ini lalu bangun dari tempat tidurnya dan melayani Yesus. Dalam Kitab Markus dan Lukas diceritakan bahwa ibu ini tidak hanya melayani Yesus, tetapi juga orang-orang lainnya. Sebagai ungkapan syukurnya, ibu mertua Petrus melayani Yesus dan orang lain.

Petrus dan isterinya juga terpanggil untuk melayani. Ia pergi ke berbagai penjuru tempat untuk mengabarkan Injil. Dalam 1 Korintus 9:5, kita mengetahui bahwa Petrus membawa isterinya dalam perjalanan ini. Clement, seorang anggota gereja mula-mula, mencatat bahwa isterinya ini lebih dulu menjadi martir daripada Petrus. Pada akhir hidup isterinya, Petrus berseru kepada pasangan hidupnya itu, “Kekasihku, ingatlah pada Tuhan!”

Apakah Anda merasa “hanya” menjadi orang biasa? Jika demikian, bersyukurlah kepada Allah, karena Dia bersedia mengunjungi dan menjamah orang-orang biasa. Kita yang tidak memiliki apa pun untuk dibanggakan, tetapi mendapat kehormatan dikunjungi oleh Tamu Agung. Tidak hanya bertamu, Tamu Agung ini juga memulihkan kita. Lalu, ucapan syukur apa yang sudah kita berikan?

Mari berkata, “Aku hanya orang biasa, tetapi punya Allah yang luar biasa. Dia sanggup melakukan perkara yang luar biasa.”