Tuhan Yesus Tidak Tidur: Tuhan Tidak Butuh Orang Hebat

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Tuhan Tidak Butuh Orang Hebat

Apakah Anda merasa tidak cukup kemampuan untuk melayani Tuhan? Jika jawabannya, “ya”, Anda tidak sendirian. Paulus juga merasa demikian. Meskipun berotak cerdas, Paulus mengakui kalau ia tidak pandai berkhotbah, buktinya ia berkata, “Aku juga telah datang kepadaMu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh.” (1 Korintus 2: 3-4). Bahkan pengkritiknya mengatakan, “Perkataan-perkataannya tidak berarti” (2 Korintus 10: 10).

Susah dibayangkan memang, seorang rasul untuk orang non-Yahudi, orang yang paling banyak menulis surat-surat dalam Alkitab, yang membawa Injil ke Roma, dan yang merintis banyak gereja, tetapi menurut para pengkritiknya payah dalam berkhotbah!

Bagaimana itu bisa terjadi? Mengapa Tuhan memilih orang yang tidak bisa berbicara efektif? Mengapa Tuhan tidak memilih seorang ulung saja untuk menyampaikan kabar yang penting ini? Jawabnya, Tuhan memilih Paulus supaya orang lain melihat bahwa kekuatan pesan yang disampaikan Paulus bukan terletak pada kemampuan dirinya melainkan dari kekuatan andikodrati.

Melayani Tuhan tidak harus selalu menjadi pengkhotbah. Kita bisa melayani Tuhan dengan, misalnya menjadi pekerja sosial atau relawan untuk lembaga-lembaga sosial. Misalnya, kita bisa menjadi tenaga penyuluh sukarela tentang bahaya AIDS, narkoba, atau aborsi di lingkungan kita. Tuhan tidak membutuhkan orang-orang hebat, karena Dia Mahahebat. Tuhan hanya menghendaki kepercayaan dan ketaatan kita.

Berdoalah: “Tuhan, pakailah aku dengan segala keberadaanku. Aku percaya dengan anugerah-Mu, aku bisa melakukan perkara besar.”