Tuhan Yesus Tidak Tidur : Caci Maki Dibalas Berkat

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Caci Maki Dibalas Berkat

Tidak sedikit bintang peliharaan yang tahu cara membalas budi pemiliknya. Timmy, sang kucing betina, melompat ke atas ranjang pemiliknya yang sedang tertidur lelap dan langsung mencakar wajahnya. Pria itu pun terbangun dan melihat sebuah selimut terbakar. Ia kemudian membangunkan seluruh anggota keluarganya untuk menyelamatkan diri. (Kompas 2/1/07)

Sayangnya, masih ada manusia yang kalah dengan bintang dalam hal membalas kebaikan orang lain. Ketika gempa hebat mengguncang Pulau Jawa tahun 2006, sebuah gereja kecil ikut rata dengan tanah. Demikian pula keadaan bangunan di sekitarnya. Hampir 70% bangunan di sana roboh atau rusak berat.

Dalam hitungan jam, gereja itu segera memberikan pertolongan darurat. Gereja sengaja tidak segera membangun kembali gedungnya, karena memprioritaskan bantuan tempat berteduh yang layak bagi korban gempa di sekitar gereja. Namun, apa yang terjadi ketika gereja bersiap membangun gedung gerejanya? Izin gereja diganjal oleh segelintir warga. Akibatnya, sampai renungan ini ditulis, jemaat itu masih harus beribadah di bawah tenda darurat.

Jika menghadapi situasi demikian, apa yang harus kita lakukan? Rasul Petrus menyarankan, “Jangalah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat” (1 Petrus 3: 9) Inilah indahnya kekristenan, caci maki dibalas dengan berkat.

Hukum “mata ganti mata” hanya akan membuat kedua pihak menjadi buta.