Tuhan Yesus Tidak Tidur : Memberi Buah

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Memberi Buah

John Wesley pernah ditanyai seseorang, apa yang akan dilakukannya jika ia tahu bahwa esok Tuhan akan datang kembali. Jawab John Wesley, “Saya akan pergi tidur: bangun pagi dan bekerja seperti biasa, karena saya ingin Tuhan mendapati saya sedang melakukan tugas yang diberikan-Nya.”

“Kiamat”, bagi kebanyakan orang dapat menimbulkan perasaan ngeri. Namun bagi orang Kristen, kedatangan Tuhan atau kiamat justru mengakhiri sebuah penantian yang panjang. Orang Kristen menantikan saat-saat ketika Tuhan menghakimi umat manusia dan memberikan mahkota kehidupan kepada umat tebusannya.

Ada beberapa sekte Kristen yang mengasingkan diri dari masyarakat. Mereka ingin mempersiapkan diri secara khusus menyongsong kedatang kedua Tuhan Yesus. Mereka ingin memisahkan diri dari kehidupan “duniawi”.

Sikap yang justru berbeda ditunjukkan oleh Paulus. Secara pribadi, ia sebenarnya lebih senang jika dapat “pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus”. Namun karena masih hidup di dunia ini, maka ia memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk “memberi buah”.

Ada beberapa orang yang berharap dipanggil Tuhan bukan karena rindu bersama Tuhan, melainkan karena ia tidak berani menghadapi realitas kehidupan. Mereka hanya ingin lari dari penderitaan  hidup. Kita tidak pernah tahu saat akan bertemu dengan Tuhan. ini bukan perhatian utama. Yang lebih penting adalah ketika bertemu dengan TUHan, apakah Tuhan sedang melihat kita sedang bekerja atau bermalas-malasan?

Berimanlah seolah-olah Tuhan datang esok hari. Bekerjalah seolah-olah TUHan masih lama datangnya.