Tuhan Yesus Tidak Tidur : Persembahan Janda

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Persembahan Janda

Seorang raja membangun katedral di Abad Pertengahan. Banyak orang yang ikut menyumbang. Namun, ada seorang janda miskin yang tidak memiliki apa pun untuk disumbangkan. Ia hanya memiliki beberapa lembar tikar lusuh dari jerami untuk alas tidur.

Ketika pembangunan di mulai, kereta-kereta sapi yang mengangkut marmer melintas dekat gubuknya. Ia mmeberi makan sapi-sapi itu dengan jerami yang ditariknya dari anyaman tikar. Dan dia berdoa, “Tuhan, inilah persembahan hamba-Mu untuk ikut membangun gereja-Mu.”

Ketika katedral selesai dibangun, imam yang memberkati gedung itu berkata, “Semalam saya bermimpi. Ada suara yang berkata, “Wartakan kepada umat bahwa katedral yang megah ini bukan dibangun oleh sang raja, melainkan janda miskin di dekat katedral itu.”

Sang raja menjadi heran. Lalu dipanggilnya janda itu untuk menanyakan sumbangan yang sudah diberikannya. “Tidak ada,” jawab janda. “Saya hanya memberi potongan pada sapi-sapi penarik kereta yang mengangkut marmer untuk gereja ini.”

Cerita ini mirip dengan perikop persembahan janda miskin. Apakah itu berarti hanya persembahan lain tidak diterima? Yesus tidak mengatakan demikian. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya janda miskin itu memberi “lebih banyak” persembahan.

Keluarga Blessing, Allah menghendaki persembahan yang diberikan dengan penuh cinta dan tulus kepada-Nya. Allah tidak anti dengan persembahan yang besar. Namun, Dia menghendaki berapa pun persembahan yang diberikan kepada-Nya – hendaknya persembahan itu dilandasi dengan motivasi tulus.

Pertama-tama, Allah menilik hati orang yang memberi persembahan. Setelah itu barulai nilai persembahannya.