Tuhan Yesus Tidak Tidur : Integritas Pribadi

Tuhan Yesus Tidak Tidur

Integritas Pribadi

Seorang ibu membawa anaknya mendatangi Mahatma Gandhi. Ia bercerita bahwa anaknya suka sekali makan permen. Untuk itu, ia meminta bantuan bapak bangsa India ini supaya menasihati anak ini agar menghentikan kebiasaan buruknya. “Tunggulah dua minggu lagi. Datanglah kesini lagi sambil membawa anak ibu,” pinta Gandhi. Ibu ini heran, mengapa harus menunggu dua minggu lagi. Bukankah Gandhi bisa saja langsung memberi nasihat? Meskipun heran, ia menurutinya.

Dua minggu kemudian, ibu dan anak itu datang. Gandhi langsung menasihati anak itu. Sang ibu mengucapkan terima kasih. Sebelum pamit, ibu itu masih penasaran mengapa ia harus menunggu dua minggu. “Selama dua minggu ini, saya berusaha menghilangkan kebiasaan buruk saya. Soalnya, saya juga gemar makan permen,” jawab Gandhi.

Gandhi adalah orang yang memiliki integritas pribadi. Orang yang berintegritas adalah orang yang menjaga keselarasan antara yang diucapkan dan yang dilakukan. Paulus memahami pentingnya integritas. Sebagai rasul, sebenarnya ia berhak untuk menikmati sokongan hidup dari jemaatnya. Namun, Paulus memilih bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Dengan begitu, ketika menasihati jemaat di Korintus, ia bisa berkata lantang, “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.”

Dengan integritas yang terjaga, tanpa banyak mengobral kata pun Anda bisa menuntun banyak orang datang kepada Kristus. Mereka bisa melihat wajah Kristus tergambar dalam tindak tanduk dan perkataan Anda yang selaras.

Kehidupan Kristen tanpa integritas seperti pepatah: tong kosong nyaring bunyinya. Sama juga bohong.