Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga

Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga

Cinta adalah suatu kata yang sangat menarik. Titiek Puspa pernah mengarang lagu “Jatuh Cinta Berjuta Rasanya”. Remaja punya pameo “Bila Cinta Sudah Melekat Tahi Kucing Rasa Coklat”. “Bila Cinta Sudah Bersemi Tali Sepatu Rasa Supermi”. Memang membicarakan cinta tidak akan ada habis-habisnya. Tahukah Anda sejarah umat manusia tidak diawali dengan kisah jatuhnya manusia ke dalam dosa tetapi diawali dengan sebuah kisah cinta, bahkan kisah pernikahan pertama di taman Eden antara Adam yang dijodohkan oleh Allah dengan Hawa.

Di dalam Perjanjian Baru kita melihat bahwa mukjizat yang pertama kali Yesus lakukan tidak dibuat di dalam sebuah “Kebaktian Kebangunan Rohani”, tidak dilakukan di sebuah gedung gereja tetapi dilakukan di sebuah rumah dalam sebuah pesta perkawinan yang sedang dilangsungkan di sana. Di dalam kitab Wahyu, kitab yang terakhir, kita juga melihat ada pesta kawin Anak Domba yang sangat meriah. Kristus sebagai mempelai pria akan selama-lamanya hidup bersama dengan gerejanya sebagai mempelai wanita.

Saya akan mengajak Anda untuk melihat bagaimana caranya supaya kita memiliki pernikahan yang berbahagia. Saya akan membagikan dalam lima pilar pernikahan yang bahagia. Kalau kita melihat sebuah bangunan yang tinggi tentu ada tiang-tiang penopang yang besar yang membuat bangunan itu menjadi kokoh begitu juga dalam sebuah pernikahan. Pernikahan yang bahagia dan kokoh itu ditandai dengan kelima pilar ini.