Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga 04

Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga 04

Pilar Karakter

“Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: “Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum – Dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu pada tuanku itu”, saudara-saudara, hamba Abraham ini minta tanda dari Tuhan, kalau ada gadis yang kasih saya minum dan memberikan juga unta-untaku minum ia lah jodoh bagi Ishak” (Kejadian 24:14).

Hamba Abraham ini minta tanda dari Tuhan, “Kalau ada gadis yang memberi saya minum dan memberikan juga unta-untaku ialah jodoh bagi Ishak.” Pertanyaannya bolehkah kita sekarang minta tanda dari Tuhan? Nah masalahnya kadang-kadang orang minta tanda itu suka aneh-aneh. Ada yang berkata seperti ini, “Tuhan, saya ini mau beli mobil Cuma saya nggak ngerti mobil bekas apa yang harus saya beli. Mobil baru saya belum mampu beli. Saya mau pergi ke showroom. Nanti saya mau naik motor dan begitu melihat ada lampu stop-an saya akan melihat. Kalau lampunya merah berarti mobil merah. Kalau lampu kuning berarti mobil kuning. Lampunya hijau berarti saya harus beli mobil hijau”. Tiba-tiba ketika dia melewati jalan itu lampunya mati. Oh berarti Tuhan tidak menghendaki saya punya mobil. Nah ini tanda yang aneh-aneh. Ada orang sedang mencari pacar dia berkata ini kepada Tuhan, “Tuhan, pokoknya orang yang pertama kali menelpon saya pagi-pagi ini, dia adalah jodoh saya atau orang yang pertama kali aku jumpai di pintu gerbang kampus dia adalah jodoh saya.” Ternyata yang dia jumpai di gerbang kampus adalah mbok Inem penjual soto di kampus itu. Apakah dia harus menikah dengan orang tersebut?

Nah kembali ke pertanyaannya yang semua. Bolehkan kita meminta tanda dari Tuhan? kalau kita melihat di dalam firman Tuhan ternyata hamba Abraham ini juga meminta tanda. Namun lihat tandanya itu bukan tanda yang aneh-aneh tetapi tanda yang sangat logis sekali. Dia minta ada seorang anak gadis yang mau memberi dia minum karena dia kan seorang yang sudah tua saudara, seorang musafir, seorang yang sedang berkelana. Itu artinya wanita yang menyambut dirinya adalah seorang wanita yang ramah, wanita yang baik hati yang suka menolong orang tua yang sedang dalam perjalanan.

Lagipula dia berkata, “Unta-untamu juga akan kuberi minum.” Artinya wanita ini selain ramah dan baik hati dia juga adalah wanita yang rajin. Sebab dia tahu bahwa unta adalah binatang yang paling kuat minum dan untanya cukup banyak mengarungi padang gurun dan mereka akan menghabiskan begitu banyak air. Namun wanita ini dengan tekun terus akan menimba. Jadi dia adalah wanita yang rajin. Saya rasa Ribka ini wanita yang tanganya ada setirnya karena dia kuta menimba. Berarti apa? Wanita ini wanita yang punya karakter yang baik. Rajin, suka menolong, dan itulah yang dipilih oleh hamba Abraham yang paling tua bagi Ishak anak tuannya itu.

Kalau anda memilih pasangan hidup jangan memilih karena daya tarik materi gara-gara dia mempunyai mobil, gara-gara dia mempunyai kendaraan bagus. Jangan tertarik hanya karena melihat paras yang cantik. Alkitab mengatakan, “Kecantikan itu bohong, kemolekkan itu sia-sia tetapi isteri yang takut akan Tuhan dipuji-puji.” Kecantikan sejati adalah kecantikan yang  dari dalam atau inner beauty. Apa itu artinya? Artinya karakter yang indah mempunyai roh yang lemah lembut dan tentram. Jadi carilah calon suami atau calon isteri yang mempunyai karakter yang baik, tanggung jawab, sopan santun, roh takut kepada Tuhan.

Kalau anda memiliki karakter yang baik anda akan sungguh-sungguh berbahagia. Saya juga percaya rumah tangga yang berbahagia adalah rumah tangga yang terdiri dari pasangan-pasangan yang punya karakter baik. Kalau suami punya karakter yang baik dan isteri punya karakter yang baik di dalam segala tantangan dan pergumulan maka mereka bisa mengatasi semuanya itu dengan pertolongan Tuhan. Bagaimana supaya kita bisa punya karakter yang baik? Bertumbuhlah secara rohani, isteri semakin serupa dengan Kristus, suami semakin serupa dengan Kristus, melalui doa, pembacaan firman, proses pembentukkan Tuhan. Kalau karakter kita makin lama makin cocok dengan Kristus kita akan lebih berbahagia. Puji Tuhan!