Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga 05

Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga 05

Pilar Kesucian

“Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya lalu kembali naik”  (Kejadian 24: 16)

Alkitab mengatakan bahwa Ribka adalah seorang perawan. Kisah ini menunjukkan bahwa kesucian adalah hal yang sangat penting. Seks sebelum menikah adalah perkara yang melanggar firman Tuhan dan bisa menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak percaya setelah pernikahan itu berlangsung. Begitu juga hubungan seks yang dilakukan dengan orang yang bukan pasangan hidup kita setelah kita menikah itu adalah perbuatan dosa. Alkitab mengatakan, “Jangan mencemarkan tempat tidur sebab orang sundal dan pezinah akan dihakimi oleh Allah.”

Karena itu, saudara yang belum menikah, saya mendorong, sesuai dengan kebenaran firman, jagalah keperjakaanmu, jaga keperawananmu sampai anda masuk memasuki ke dalam pernikahan yang kudus dan diberkati oleh hamba Tuhan. Sebab, kalau engkau melakukan dosa seksual enaku tidak bisa memberikan yang terbaik kepada pasangan hidupmu. Kalau saudara sudah menikah jagalah kesucianmu sampai selama-lamanya. Di dalam Amsal 5: 18-19 firman Tuhan mengatakan “Diberkatilah kiranya sendangmu, bersuka citalah dengan isteri masa mudamu. Rusa yang manis, kijang yang jelita, biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau dan kau senantiasa birahi karena cintamu.”

Bersukacitalah dengan isteri masa mudamu jangan salah membaca. Bukan dikatakan bersukacitalah dengan isteri mudamu tetapi dengan isteri masa mudamu. Jadi walaupun sekarang isterimu itu sudah tua tetapi kita harus tetap setia kepadanya. Pernikahan yang kokoh adalah kalau setiap pihak menjaga kesucian.

 

Iklan