Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga 06

Keluarga yang Kokoh : Pilar-Pilar Keluarga 06

Pilar Kasih

Di dalam Kejadian 24: 67 tertulis, “Lalu Ishak membawa Ribka ke rumah Sarah ibunya dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.”  Di dalam Kejadian 26: 8, “Setelah beberapa lama ia ada di sana makan pada suatu kali menjenguklah Abimelekh raja orang Filistin itu dari jendela maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya.” Ternyata Isak dan Ribka saling mencintai. Pernikahan akan menjadi bahagia kalau suami isteri saling mengasihi selamanya. Bolehkah orang yang sudah menikah jatuh cinta lagi? Jawabannya boleh. Bahkan boleh jatuh cinta berulang-ulang tetapi harus kepada orang yang sama. Kita melihat mereka hidup dalam kemesraan saling bercumbu rayu sampai raja Filistin melihat adegan itu dan merasa iri.

Nah banyak sekarang orang kalau belum menikah sudah bercumbu-cumbuan, masih pacaran sudah memanggil “papi” atau “mami”. “Pap, kita mau ke mana?” “Ah terserah mami aja deh…”. Mereka berjalan berdua setelah pulang sekolah. Padahal mereka masih SMP sudah memanggilnya papi dan mami. Kemudian, mereka mampir ke warung minum es kelapa muda, esnya satu sedotannya berdua, saking mesranya. Padahal ngirit tidak punya duit. Namun kalau sudah menikah kemesraan menjadi hilang. Cara memanggilnya bukan lagi “papi” atau “mami”, tetapi “sini” atau “situ”. “Situ mau makan nggak?”. “kalau situ mau makan, situ duduk sini, sini mau ke situ.” Aduh kemesraan dan kasih itu harus selalu diupayakan. Dulu pada waktu masih pacaran kesenggol tangan sedikit saja sudah gemetarnya luar biasa. Sekarang jangankah hanya tersenggol, tangna diremas-remas pun tidak terasa apa-apa. Nah kasih itu bukan sesuatu yang otomatis. Kasih itu harus diusahakan. Kalau kasih dibiarkan, akhirnya, akan menjadi padang gurun. Itulah sebabnya kalau kita sudah menikah marilah kita selalu mengobarkan kasih. Bukan kasih yang layu karena ditelan oleh waktu tetapi kasih agape kasih Allah.

Alkitab mengatakan, “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong, ia tidak melakukan yang tidak sopan, ia tidak mencari keuntungan diri sendiri, ia tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, ia tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran ia menutupi segala sesuatu,percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan”. Kalau kita hidup di dalam iman, doa, mempunyai karakter yang baik, menjaga kesucian dan memiliki kasih maka kebahagiaan akan kita alami di dalam keluarga kita masing-masing. Kiranya Tuhan memberkati anda dan pasangan hidupmu.