Relasi Suami-Isteri: Pria Antik, Wanita Unik 01

Relasi Suami-Isteri: Pria Antik, Wanita Unik 01

Pria Antik, Wanita Unik

“Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu dari rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu dibangunnyalah seorang perempuan lalu dibawanya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu, “Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan sebab dia diambil dari laki-laki. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu tetapi mereka tidak merasa malu.” Kejadian 2: 18, 21-25.

Ada sebuah mitos Yunani kuno yang menceritakan bahwa bumi ini dulu dihuni oleh manusia yang separuh badannya laki-laki dan separuhnya lagi perempuan. Karena mereka menganggap dirinya sempurna, kemudian mereka memberontak kepada dewa, akhirnya, Zeus kepala para dewa Yunani menjadi marah dan membelah mereka menjadi dua serta mencerai beraikannya. Sejak itulah yang setengah badan selalu mencari setengah badan yang lainnya.

Hasrat untuk melengkapi diri dengna cara menemukan sebagian diri yang lain itulah yang kita sebut dengan cinta. Memang mitos itu tidak ada di dalam Alkitab dan bertentangan dengan apa yang diajarkan Alkitab. Namun Alkitab mengatakan bahwa ketika Allah menciptakan manusia, manusia diciptakan dengan dua jenis kelamin yang berbeda, yaitu laki-laki dan perempuan. Memang Allah sengaja menciptakan manusia dengan jenis kelamin yang tidak sama. Sebab, seperti dua keping puzzle yang memang berbeda keduanya tidak sama tetapi ketika direkatkan mereka akan cocok, saling melengkapi satu dengan yang lain. Tahukah anda bahwa salah satu alasan mengapa begitu banyak pernikahan yang gagal pada akhir-akhir ini? Karena ada banyak laki-laki dan perempuan yang tidak mengerti perbedaan umum di antara mereka.

Ada pepatah mengatakan, “Asam di gunung, garam di laut bertemu di dalam satu kuali tetapi walaupun bertemu di dalam satu kuali yang sama asam itu tetap dari gunung dan garam itu asalnya tetap dari laut.” Untuk itulah kita perlu memahami pasangan hidup kita, memahami perbedaan-perbedaan yang ada.

Ada yang mengarang sebuah buku yang berjudul Men are from Mars and Women are from Venus. Laki-laki dari Mars dan perempuan dari Venus, keduanya memang berbeda. Namun perbedaan itu justru kalau kita pahami bersama bukan untuk dipertentangkan tetapi sebaliknya untuk saling melengkapi. Di dalam Alkitab terdapat ayat yang baik untuk diperhatikan.

“Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain sama seperti Kristus juga telah menerima kita untuk kemuliaan Allah” Roma 15: 5-7.

Saudara, Tuhan, ingin kita agar kita hidup di dalam kerukunan hidup harmonis antara satu dengan yang lain. Sebab dengan keharmonisan di dalam keluarga dengan satu hati dan satu suara kita bisa memuliakan Allah. Tahukan anda bahwa keluarga yang hidup rukun itu adalah keluarga yang memuliakan Allah dan apa kuncinya untuk kita bisa hidup harmonis? Kuncinya terdapat di ayat 7, “…terimalah satu akan yang lain sama seperti Kristus telah menerima kita untuk kemuliaan Allah” Apakah Kristus telah menerima kita karena kita sudah sempurna? Sama sekali tidak. Kita diterima oleh Kristus apa adanya dengan kekuarangan, kelemahan dan cacat cela kita. Karena itu, sama seperti Kristus berkenan menerima kita walaupun kita banyak kekurangan dan kelemahan, kita juga harus belajar saling menerima sehingga nama Tuhan akan dipermuliakan.