Relasi Suami-Isteri: Pria Antik, Wanita Unik 06

Relasi Suami-Isteri: Pria Antik, Wanita Unik 06

Perempuan Memusatkan Perhatian Pada Masa Lalu dan Masa Kini – Laki-Laki: Masa Kini dan Masa Depan

Perempuan biasanya memusatkan perhatian pada saat kini dan yang lalu. Laki-laki memusatkan perhatian pada masa kini dan masa depan. Isteri biasanya lebih ingat secara detail peristiwa yang pernah terjadi. Ucapan dari orang-orang atau orang yang pernah dijumpainya, makanan yang pernah dimakan. Sedangkan pria lebih cepat melupakan secara detail peristiwa yang terjadi pada masa lalu. Ada untungnya juga pria cepat bisa melupakan. Biasanya cepat lupa akan lebih cepat memaafkan kesalahan orang yang pernah dibuat pada masa lalu. Namun wanita agak sulit sehingga kadang-kadang wanita berkata, “Saya masih ingat dia pernah ngata-ngatain saya 15 tahun yang lalu.”. “Dia ngomong begini.” 15 tahun yang lalu saja masih diingat. “Pria lebih cepat lupa tetapi kadang-kadang sikap pelupa pria itu bekerja terlalu baik sehingga dia juga lupa hari ulang tahun isterinya, waduh ini lebih repot. Paling repot lagi kalau suami itu lupa kalau dia sudah beristeri wah itu gawat namanya. Perlu diingat bahwa perempuan lebih mengingat masa lalu. Sedangkan pria lebih memusatkan perhatian pada masa depan, masa yang akan datang. Karena itu, pada waktu pria berbicara, dia berbicara tentang rancangan dan ide-de ke depan, gagasan-gagasan dan bukan mengingat kenangan pada masa lalu. Memang pria dan wanita itu berbeda. Pria itu antik dan wanita itu unik. Namun kalau kita bisa melihat perbedaan itu untuk keselarasan, keharmonisan, saling melengkapi betapa indahnya kehidupan ini.

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya tetapi kalau orang jatuh yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya, dia akan celaka! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat membuat panas. Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tidak mudah diputuskan.

Saudara berdua lebih baik baik daripada seorang diri. Kalau kita menyatukan perbedaan-perbedaan itu untuk saling melengkapi untuk menghadapi kehidupan yang penuh tantangan. Kita bisa saling menguatkan, saling mengangkat yang jatuh dan kita akan memiliki kuasa yang lebih besar sehingga kita tidak gampang dikalahkan oleh musuh. Apalagi kalau sudah di dalam hubungan sebuah pernikahan. Di dalam hubungan ini kita seharusnya mengundang pihak ke tiga. Pihak ke tiga yang tidak akan merenggangkan hubungan pernikahan tetapi justru akan menguatakan adalah Tuhan Yesus Kristus. Alkitab mengatakan, Tali tiga lembar tidak mudah diputuskan”.

Doa saya pada saat ini anda bisa saling mengerti perbedaan antara satu dengan yang lain. Jangan memaksa orang lain sama seperti kita. Sebab, pria itu antik wanita itu unik. Terima saja perbedaannya, jangan mencoba mengubahnya tetapi di dalam keunikan kita masing-masing kalau kita menyadari kelebihan dan kekurangan antara satu dengan lain, kita akan bertumbuh di dalam Tuhan. saling menerima, saling mengasihi, supaya keharmonisan Tuhan diberikan kepada kita. Tuhan memberkati anda. Amin!