Selingkuh 02

Selingkuh 02

Sebab-Sebab Perselingkuhan

Konflik Dalam Keluarga

Kalau suami isteri bertengkar terus setiap hari maka mereka rentan terhadap perselingkuhan dengan orang lain. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan, “jikalau kamu marah jangan sampai matahari terbenam.” Persoalan itu harus segera diselesaikan. Sebab, kalau tidak maka kita telah memberikan kesempatan kepada iblis.

Membandingkan dengan Orang Lain

Ada pepatah mengatakan, “Rumput tetangga lebih hijau dari pada rumput sendiri”. Melihat rumah orang lain, pekerjaan orang lain, kok kelihatannya lebih bagus, daripada melihat rumah dan pekerjaan sendiri. Bahkan kadang-kadang melihat isteri atau suami orang lain kok kelihatannya lebih menarik dari suami atau isteri sendiri. Kita mulai membanding-bandingkan pasangan kita dengan orang lain. Nah, sudah ada bibit perselingkuhan. Apalagi kalau kita berpikir, “Waduh isteri tetangga saya itu kok bodynya seperti “gitar spayol” tetapi kok isteri saya seperti “bas betot”. Wah, anda harus berhati-hati.

Sering Bertemu

Ada pepatah Jawa berkata, “Witing Tresno Jalaran seko kulino.” Seseorang bisa jatuh cinta gara-gara setiap kali bertemu. Nah ini bisa dialami, misalnya, seorang atasan dengan seketarisnya yang setiap hari bersama-sama. Karena itu kita harus bersikap profesional dan mengetahui batas-batas hubungan yang dilakukan. Hubungan bisnis tidak boleh dicampuradukan dengan perkara yang sifatnya pribadi.

Kesuksesan

Ada banyak orang, khususnya pria, kalau sudah punya uang, waduh ya udah rasanya bisa bikin apa saja. Membeli soto dan penjualnya, membeli baso dan penjualnya. Dia bisa pergi menikmati hiburan yang mahal-mahal, menyewa hotel; ini yang berbahaya. Apalagi kalau pasangannya itu pemalu agak kuno, jarang ikut. Wah gawat nih. Ada yang bilang, “Kesetiaan seorang pria itu diuji ketika dia sedang jaya. Kesetiaan seorang wanita diuji ketika mereka sedang jatuh.”

Biasanya wanita menjadi setia ketika suaminya kaya raya. Jarang dia mau menyeleweng dengan orang lain. Mengapa? Dia merasa dicukupi. Namun pria kalau sedang bangkrut atau ambruk usahanya dia juga nggak pernah nyeleweng dengan orang lain. Kenapa? Nggak punya modal. Mau nyeleweng pakai apa? Tetapi ketika pria sedang jaya-jayanya, “ada gula, ada semut”. Wah inilah yang harus diwaspadai.

Iseng

Kadang-kadang orang jatuh ke dalam dosa karena tidak direncanakan tetapi iseng. Ada orang kerja di luar kota lalu dia capai seharian kerja. Iseng-iseng untuk jalan-jalan ke panti pijat. Dipijat sih nggak apa-apa. Namun pijat-memijat itu yang tidak boleh.

Tidak Takut Kepada Allah

“Sebab dari dalam, dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan” Markus 7: 21-23

Inilah intinya. Sebab, kalau hati tidak takut kepada Allah berbagai kesempatan apa pun bisa dibuat. Semua yang jahat timbul dari dalam dan menajiskan orang. Kalau hatinya keruh atau hatinya kotor maka perbuatannya pun akan menjadi kotor. Amsal 4: 2 tertulis, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Kalau kita sudah melihat penyebab dari perselingkuhan maka kita juga harus mengerti tahapan dosa perselingkuhan. Dosa perselingkuhan itu tidak berasal dari kejatuhan yang mendadak atau tiba-tiba tetapi selalu ada proses. Kalau anda melihat, misalnya, tembok yang rubuh biasanya merupakan indikasi awal sudah dimulai. Misalnya, anda melihat tembok itu mulai miring, ada retakan-retakan, sudah bolong-bolong, lumut dan kemudian, tidak terlalu lama rubuhlah tembok tersebut. Begitu juga perselingkuhan tidak terjadi secara mendadak tetapi diawali dengan beberapa tahapan.