Selingkuh 03

Selingkuh 03

Tahapan-Tahapan Perselingkuhan

Percobaan

“Sekali peristiwa pada waktu petang ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya lalu berjalan-jalan di sotoh istana tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya” 2 Samuel 11:2

Alkitab mencatat ketika Daud sedang berjalan-jalan, tidak sengaja, tiba-tiba, dia melihat ada seorang perempuan yang sedang mandi. Saya tidak merasa bahwa Daud itu memang merencanakan untuk mengintip orang mandi. Masak sih raja yang begitu perkasa punya pikiran, “Wah mumpung orang lagi pada perang saya ngintip orang mandi, ah.” Itu tidak mungkin. Siapa yang suruh, raja sedang berjalan-jalan, eh….dia mandi. Ini kebetulan saja. Jadi ketika dia melihat wanita yang sedang mandi itu, begitu dia berbalik dia berkata, “Tuhan sucikan pikiran saya.” Hasilnya, dia menang, dia tidak akan kalah. Pandangan pertama belum membuat dia jatuh ke dalam dosa. Namun yang membuat dia jatuh adalah pandangan kedua, ketiga dan selanjutnya. Saat dia berbalik dia berpikir, “Eh cantik juga ya…liat lagi ah…” Eh dia berbalik lagi untuk melihat lagi. Saat itulah dia mulai jatuh ke dalam percobaan.

Dosa Di Dalam Hati

Di dalam ayat 3 tertulis bahwa Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu. Ia berkata, “Itu adalah Betsyeba binti Eliam, istri Uria orang Het itu.” Dia mulai merenungkan siang dan malam di dalam pikirannya lalu bertanya, “Siapa itu, ya?” Jadi dari melihat ada percobaan sehingga hatinya mulai menginginkan.

Dosa Dalam Perbuatan

Di dalam ayat 4 tertulis bahwa sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya. Akhirnya, Daud tidur dengan Batsyeba. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian, pulanglah perempuan itu ke rumahnya. Perselingkuhan sudah terjadi karena sudah diawali dari percobaan dan sudah masuk ke dalam hati.

Di dalam Matius 5: 27-28, Yesus berkata, “Kamu telah mendengar firman jangan berzinah tetapi aku berkata kepadamu setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Jadi walaupun belum dalam perbuatan, tetapi kalau sudah ada keinginan di dalam hati itu sudah merupakan bentuk perzinahan. Agar kita tidak jatuh di dalam dosa-dosa yang negatif, khususnya dalam dosa perzinahan. Perhatikan nasihat rasul Paulus:

“Jadi, akhirnya, semua yang benar-benar yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” Filipi 4:8

Kita harus mengisi pikiran kita dengan berbagai perkara yang positif. Martin Luther pernah berkata, “Saya tidak pernah bisa melarang burung terbang di atas kepala saya. Namun saya bisa melarang kalau burung akan hinggap atau bersarang di atas rambut saya.” Maksudnya, godaan itu tiba-tiba saja bisa menyerang kita tanpa kita rencanakan. Namun kita bisa mengusir percobaan itu hingga tidak bisa menjadi dosa di dalam hati. Apalagi menjadi dosa di dalam perbuatan. Bagaimana supaya kita tidak terus menerus mengalami godaan. Satu-satunya cara adalah mengurangi kemungkinan datangnya percobaan itu. Misalnya, menghindari omongan porno, teman-teman yang suka mendorong kita melakukan perbuatan yang berdosa, menjauhkan diri dari tempat-tempat yang mesum atau menonton film-film porno dan sebagainya. Sebab kalau kita melakukannya maka akan merangsang nafsu kedagingan kita.