Penerimaan dan Penghargaan 01

Penerimaan dan Penghargaan 01

“Hai anak-anak taatilah orang tuamu di dalam Tuhan karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini; supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu bapa-bapa janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” Efesus 6: 1-4

Setiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik anaknya dengan baik dan untuk bisa menjadi orang tua yang baik yang mendidik anak, kita perlu mengetahui bahwa setiap orang termasuk anak-anak kita mempunyai kebutuhan dasar di dalam jiwanya. Tidak cukup kita memenuhi kebutuhan secara fisik dengan memberikan makanan dan pakaian serta uang kepada mereka tetapi kebutuhan dasar di dalam jiwa juga perlu diperhatikan dan dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan jiwa ini sangat penting terutama pada awal masa-masa kehidupan seseorang sebab apabila tidak, seseorang akan bertumbuh dalam situasi emosi yang tidak baik dan terganggu. Mereka akan memiliki sifat yang tidak baik dan terganggu. Mereka akan memiliki sifat yang aneh-aneh. Apakah secara pasif ataukah sebaliknya dengan cara yang agresif. Sekarang saya akan mengajak saudara untuk melihat paling tidak, ada dua kebutuhan dasar seorang anak yang perlu kita pahami.

Penerimaan

Suatu saat ada seorang pelatih sepak bola di AS yang bernama John Mickey yang memiliki seorang anak yang juga seorang pemain sepak bola yang bagus sekali di dalam kesebelasan itu. Anak ini sering kali menjadi pemain kunci untuk memenangkan berbagai pertandingan tetapi pada suatu kali dia berkomentar begini, “Saya bangga terhadap anak saya tetapi saya akan tetap bangga kepadanya sekalipun anakku tidak bisa bermain sepak bola dan tidak pernah memenangkan pertandingan apapun. Saya bangga terhadap anak saya bukan karena dia pandai bermain sepak bola tetapi karena dia adalah anak saya.” Itulah penerimaan yang tulus dari seorang bapak terhadap anaknya. Tahukah anda bahwa penerimaan akan memberikan rasa aman kepada jiwa seseorang sebab seorang anak akan mengetahui siapa mereka sebenarnya. Itu lebih penting dari pada apa yang dapat mereka lakukan. Keberadaan mereka lebih penting dari pada prestasi. Itu sebabnya dia akan bersyukur karena apapun yang terjadi dia akan tetap dicintai oleh orang tua. Saya melihat ada banyak orang tua yang begitu marah kalau anaknya mendapatkan nilai jelek di sekolah. Mereka berkata, “Anak bodoh kamu! Anak tolo! Anak siapa kamu!” aduh ini adalah hal yang paling menghancurkan hidupnya. Sebenarnya orang tua harus berkata, “Anakku walaupun engkau bodoh, engkau tetap anakku. Oh, anakku betapa bodohnya engkau tetapi akau akan berdoa supaya Tuhan akan memberikan hikmat kepadamu.”

Penerimaan yang tanpa syarat akan mengubah kehidupan seseorang. Di dalam Roma 15: 7 tertulis, “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Halleluya!”