Penerimaan dan Penghargaan 09

Penerimaan dan Penghargaan 09

Tempat Perlindungan

Ada seorang anak pernah ditanya, “Apa arti rumah bagimu?” Anak itu berkata, “Rumah bagiku merupakan tempat ke mana saya pergi setelah hari gelap”. Ingatkah kisah anak yang hilang di dalam Alkitab. Ketika anak bungsu itu menghambur-hamburkan harta warisan orang tuanya. Dia jatuh miskin dan mulai berpikir tidak ada tempat lagi bagiku utuk berteduh. Aku akan pulang. Mungkin aku akan dimarahi orang tuaku tetapi setidaknya aku bisa menjadi hambanya. Kalau aku tidak menjadi anak maka aku menjadi hambanya saja. Dia pulang karena dia mengetahui pada saat tidak ada lagi tempat perteduhan. Namun masih ada seorang bapa yang menantikan dan bisa menerima dirinya.

Rumah adalah tempat ke mana kita bisa pergi setelah hari sudah gelap. Bukan hanya secara fisik, yaitu kegelapan yang terjadi di luar tetapi ketika masalah-masalah juga menimpa ke dalam keluarga itu. Mengapa kepada orang tua, anak-anak bisa datang dan bercerita tentang pergumulan hidupnya? Itu artinya orang tua harus bisa menerima pendapat dari anak-anak yang berbeda. Jangan terus dikritik. Anak harus diajak bicara dari hati ke hati untuk mengutarakan pergumulannya tanap merasa akan dihakimi. Kalau demikian dia akan mendapatkan ketenangan di dalam hatinya. Namun sayang sekali, ada berapa banyak rumah yang merupakan “area” kegelapan karena tidak ada rasa aman untuk tinggal disana. Marilah kita belajar untuk menyatakan dan mewujudkan bahwa sebagai orang tua, kita bisa dan mau mengayomi anak-anak kita.