Penerimaan dan Penghargaan 12

Penerimaan dan Penghargaan 12

Cara Memuji

Memuji Prestasinya atau Keberhasilannya

Kalau dia melakukan tugas dengan baik, kita harus memuji. Kalau dia bertanggung jawab, kita harus memuji. Kalau dia jujur, kita harus memuji. Misalnya, anak kita berkata, “Mam, tadi waktu saya jajan uang kembaliannya lebih tetapi saya balikin lagi”. Kita harus berkata, “Pinter, itu anak yang jujur. Kamu adalah orang yang baik sekali, ya…harus jujur demikian”. Itu adalah hal yang sangat berguna bagi kebutuhan seorang anak. Kalau dia berusaha keras untuk melakukan sesuatu walaupun hasilnya tidak maksimal. Kita harus belajar memuji.

Saya teringat satu kali pertandingan bulutangkis yang disiarkan oleh televisi yang akhirnya pemain Indonesia ke masuk ke final. Di dalam pertandingan final dengan tim lawan ternyata pemain dari Indonesia ini kalah dalam pertandingan final sehingga hanya merebut juara kedua. Ada 2 komentator di dalam televisi tersebut yang satu berkata, “Aduh sayang sekali, kita tidak bisa merebut medali emas, pupuslah sudah harapan kita untuk menjadi juara”. Namun komentator yang kedua berkata, “Kita harus memberikan penghargaan kepada pemin kita. Dia sudah berjuang dengan begitu luar biasa dan, akhirnya, dia berhasil memperoleh medali perak. Ini suatu prestasi yang sangat membanggakan. “Susah lho menjadi juara kedua dalam pertandingan tingkat dunia. “Mereka melihat satu pertandingan yang sama tetapi hasilnya atau tanggapannya sangat berbeda. Salah satu mengecam karena pemain kita tidak menjadi juara pertama. Sedangkan yang kedua memuji karena pemain kita menjadi juara yang kedua. Begitu juga sikap terhadap seorang anak. Kita harus memuji dia akan prestasi sempurna yang dia dapatkan. Namun, usaha keras yang telah dia lakukan walaupun hasilnya belum maksimal. Pujilah anak untuk apa yang berhasil dia kerjakan dan jangan terus mencela karena apa yang dia tidak bisa lakukan. Bukan kesempurnaan yang kita cari tetapi kemajuan yang kita lihat dan kita puji.

Kita harus belajar memberikan pujian dengan tulus dari hati kita dan harus diberikan dengan segera setelah anak kita melakukan prestasi yang baik. Ada orang bilang, “Ah jangan dipuji nanti anak menjadi sombong”. Namun saya mau mengatakan bahwa justru orang sombong karena haus pujian karena dia tidak pernah dipuji maka dia MPO (Mencari Perhatian Orang) dengan hal-hal yang aneh. Karena itu belajarlah memberikan pujian yang tulus. Sebab, seseorang akan mempunyai harga diri yang sehat dan akan berkembang sehingga tidak menjadi sombong.

Seorang anak juga harus dipuji untuka pa yang dia kerjakan dengan inisiatifnya sendiri. Pujilah anak untuk apa yang sudah dia coba lakukan walaupun gagal. Berilah semangat kepadanya untuk terus mencoba sehingga memiliki motivasi pada saat-saat yang sulit yang pasti akan dihadapi setiap orang. Jangan biarkan anak-anak kita melakukan apa yan gkita perintahkan saja. Namun, ketika dia melakukan sesuatu yang baik atas inisiatifnya sendiri, itulah saat yang paling tepat bagi kita untuk memberikan pujian dan penghargaan kepadanya. Seorang anak membutuhkan pujian dari waktu ke waktu. Itulah sebabnya mari kita belajar memuji pasangan hidup kita dan anak-anak kita juga.