Mengontrol Windows 7 (bag 03)

Mengontrol Windows 7 (bag 03)

 

Me-restart Service apabila terjadi Kegagalan

Terkadang, kita perlu memastikan suatu service di-restart apabila terjadi kegagalan. Salah satu contoh yang jelas adalah database server. Jika server berhenti, semua client tidak akan dapat terhubung ke file data. Hal ini dapat berarti bercana dalam situasi transaksi yang sibuk. Untuk menghindari hal ini, kita harus memastikan service dikonfigurasikan supaya restart.

Percaya atau tidak, hal ini tidak sulit. Tantangannya hanyalah mengetahui dengan pasti service yang perlu tetap berjalan sepanjang waktu dan di mana tool untuk mengatur hal tersebut. Sebelum melakukannya, pastikan bahwa service tersebut harus dijalankan 32/7.

Sebagaimana contoh database server yang telah disebutkan, jika service tidak aktif, client tidak bisa melakukan transaksi. Atau lebih buruk, jika mesin register sedang melakukan transaksi, transaksi tersebut bisa menyebabkan masalah serius terhadap sistem jika kehilangan kontak dengan file data.

Namun, kadang ada juga service yang mungkin tidak ingin anda restart apabila terjadi kegagalan. Mengapa? Jika daemon rusak atau korup, me-restart service secara otomatis bisa menyebabkan masalah terhadap sistem atau bahkan seluruh jaringan. Oleh karena itu, pastikan service cocok untuk di-restart secara otomatis.

Tool yang kita akan gunakan adalah Services. Untuk menjalankan tools ini:

  • Klik Start.
  • Pada kotak pencarian, ketikan “services.msc” (tanpa tanda kutip)
  • Kemudian OK.

Sekarang, kita konfigurasi service supaya restart apabila terjadi kegagalan. Untuk melakukannya:

  • klik kanan service dan pilih Properties.
  • Ketika Properties terbuka, klik tab Recovery.

Supaya service langsung di-restart apabila terjadi kegagalan, kita harus mengonfigurasikan supaya itu dilakukan pada kegagalan pertama, kedua, dan/atau berikutnya. Seberapa sering kita me-restart service bergantung pada tingkat urgensi service tersebut. Jika service hanya dihentikan karena alasan kritis (dan jika restart berikutnya bisa lebih merugikan), anda mungkin hanya perlu me-restart service pada kegagalan pertama.

Untuk mengkonfigurasi service supaya di-restart cukup pilih Restart the Service dari daftar First failure.

Jika anda merasa service perlu di-restart apabila terjadi kegagalan kedua, lanjutkan ke Second Failure, dan seterusnya. Anda juga dapat mengeset supaya komputer di-restart pada kegagalan kedua atau berikutnya. Ini adalah putusan administrator.

Jika komputer tersebut adalah server, mungkin bukan ide yang baik jika server di-restart karena kegagalan service yang tidak kritikal. Jika anda ingin me-restart komputer ketika service gagal, pilih Restart the Computer dari daftar First failure, Second failure, atau Subsequent failure. Kemudian anda dapat mengonfigurasi restart supaya dimulai setelah beberapa menit dan mengonfigurasi untuk menyiarkan pesan ke user. Untuk melakukannya:

  • Klik Restart Computer Options dan tentukan lamanya waktu yang ingin diberikan (dalam menit) untuk restart setelah kegagalan terjadi, bersama pesan yang ingin dikirim.
  • Klik OK
  • Setelah mengonfigurasi reaksi service terhadap kegagalan, klik OK untuk memberlakukan perubahan dan menutup jendela.

Service anda sekarang akan otomatis restart jika ia gagal.

Perlu diingat, selalu hati-hati ketika hendak me-restart service secara otomatis. Meskipun tool ini dapat membantu kita dalam menjaga sistem dan service supaya berjalan lancar, ia dapat pula “menggigit” balik. Sedikit perencanaan dan kewaspadaan akan membantu anda.

 

Iklan