Kebutuhan Pujian dan Disiplin 02

Kebutuhan Pujian dan Disiplin 02

Kalau kita melihat kondisi mereka sekarang, mungkin mereka penuh dengan kekurangan. Tetapi kita memuji dia supaya dia bisa mencapai apa yang kita harapkan. Saya teringat suatu kali ada seorang anak sekolah dasar yang kumal sekali, bajunya tidak pernah rapi, pakaiannya kotor, tangannya selalu dipenuhi dengan tanah, dan “air terjun dari niagara” tidak henti-hentinya mengalir dari hidungnya. Guru berusaha memperbaiki hal ini, memarahi dia tetapi dia tetap tidak pernah rapi. Tetapi, satu kali guru mengubah caranya, dia berkata; “Aduh kamu rapi sekali ya…baju kamu hari ini lebih rapi dibandingkan yang hari kemarin, dan hidung kamu sekarang bagus lho…wah semuanya menjadi bersih”.

Dan apa yang terjadi, beberapa waktu kemudian, anak ini berubah. Sebab dengan memuji hal yang baik terhadap seseorang dia akan merubah. Orang jarang berubah dengan hanya kita menunjukkan kesalahan mereka, justru orang berubah kalau kita memuji mereka. Saya teringat satu hari ada seorang yang pindah dari kota kecil itu hanya ada satu toko saja yang menjual alat-alat kebutuhan rumah tangga sehari-hari dan waktu dia belanja ke sana, dia begitu kecewa karena penjualnya begitu judes.

Lalu dia ngomong sama tetangga sebelah rumahnya yang baru dia kenal, “Waduh Ibu yang punya toko, judesnya minta ampun…saya kecewa pergi kesana, coba ya…karena ngga ada toko lain…apa boleh buat, kamu kenal ngga sama orang itu?”. “Oh…tentu kenal, kami kan tiap hari belanja juga di sana…ok deh nanti saya kasih tahu, pasti dia akan berubah.”

Beberapa hari kemudian, si orang ini pergi lagi ke toko tersebut, tapi ternyata lain sekali, saudara, respons daripada si ibu pemiliki toko, dia menjadi sangat ramah, dia begitu baik sekali, bahkan memberikan harga diskon kepada wanita yang baru pindah ini. Dan kemudian setelah si wanita ini pulang kerumah, dia ngomong lagi sama tetangganya, “Wah ada mukjizat, si penjual barang-barang di toko itu berubah, apa kamu marahi ya…sampai dia bertobat begitu.” Si tetangganya bilang, “Tidak, saya tidak marahi, saya Cuma bilang begini, eh tau nggga ada orang baru yang pindah ke kota kita, lalu belanja di tempat kamu.”. “Iya kenapa memang?”. “Dia bilang kamu kok ramah sekali ya, wah kamu manis, kamu baik hati, dan harga yang kamu jual di toko ini juga lebih murah daripada tempat-tempat yang lain”, “Ah masa begitu.”. “Iya…”

Saudara, karena si pemilik toko ini ingin mempertahankan reputasinya, maka ketika si ibu tadi datang lagi, dia menampilkan wajah yang berseri-seri, lalu melayani dengan baik, dengan ramah, dan memberikan potongan yang khusus. Kenapa dia berubah, bukan karena kritikan, tapi karena pujian. Belajarlah memuji, karena itulah yang mmebuat orang berubah, saudara. Bagaimana seorang anak bisa mendapatkan perasaan yang berharga ini dengan pujian.

Pertama, kita harus belajar memuji prestasinya, memuji keberhasilannya. Kalau dia melakukan tugas dengan baik, kita harus memuji. Kalau dia bertanggung jawab, kita harus memuji. Kalau dia jujur, kita harus memuji. Misalnya, anak kita bilang, “Mam, tadi waktu saya jalan, uang kembaliannya lebih, tapi saya balikkin lagi.” Kita harus berkata, “Pinter, itu anak yang jujur, kamu adalah orang yang baik sekali, ya…harus jujur demikian.” Itu adalah hal yang sangat berguna bagi kebutuhan seorang anak. Saudara-saudara, kalau dia berusaha keras, untuk melakukan sesuatu walaupun hasilnya tidak maksimal. Kita harus belajar memuji.