Kebutuhan Pujian dan Disiplin 03

Kebutuhan Pujian dan Disiplin 03

Itu sebabnya, mari kita belajar memuji pasangan hidup kita, dan juga anak-anak kita. Hal yang kedua yang dibutuhkan oleh seseorang, terutama pada masa kanak-kanaknya adalah disiplin. Disiplin akan membuat seseorang menjadi bertanggung jawab. Ada banyak orang yang tidak bertanggung jawab pada hidupnya, karena apa, tidak pernah belajar tentang nilai disiplin pada masa kecilnya.

Saudara, firman Tuhan berkata teguran yang mendidik itu jalan kehidupan. Kalau kita ingin anak kita memiliki jalan kehidupan yang baik, kita harus memberikan teguran yang mendidik. Kita harus mendisiplinkan dia. Pada saat dia membutuhkan hal itu. Cinta dan pujian adalah yang baik untuk mengembangkan kepribadian seseorang. Tetapi itu tidak cukup, karena anakpun membutuhkan disiplin.

Seorang anak dengan kebebasan yang tidak terbatas, akan menjadi curiga bahwa dia tidak dicintai. Sebab kalau orang dibiarkan melakukan apa saja yang dia mau, itu mungkin sama saja dia diabaikan. Orang tuanya tidak peduli terhadap anak tersebut. Disiplin yang tepat sangat diperlukan oleh seorang anak. Anak perlu tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Ada batasan yang jelas untuk tingkah lakunya, dan itu akan memberikan rasa aman di dalam jiwanya. Kita bisa memberikan perintah kepada anak kita: “Kalau pulang, jangan lebih dari jam sembilan malam”. “Kalau pulang dari sekolah harus pulang dulu kerumah, jangan main-main, kamu boleh main ke rumah teman, tapi mesti terlebih dahulu pulang dulu ke rumah.”

Saudara, itu merupakan salah satu jenis garis teguran yang kita berikan. Arahan yang kita sampaikan kepada anak-anak. Sebab kalau anak-anak tidak diperdulikan, terserah dia mau pulang jam berapa pun, mau pulang subuh silakan. Itu berarti orang tua ternyata tidak mencintai anaknya. Disiplin juga meliputi pembentukan sifat anak secara menyeluruh. Baik melalui pemberian semangat pada tingkah laku yang positif, maupun koreksi dan pembetulan untuk tingkah laku yang salah.

Saudara, ibu harus selalu mendidik anak hari lepas hari sesuai dengan kebijaksanaannya dan instruksi. Dan kalau anak itu dibiarkan, itu akan mempermalukan ibunya. Saya ingat satu kali ada seorang anak bertamu ke rumah, “Wah nakalnya luar biasa, dia bisa naik meja, ambil semua makanan, lalu kemudian di makan sedikit, lalu dibuang”. Dan ibunya berdiam diri saja. Saudara-saudara, anak yang dibiarkan itu mempermalukan ibunya.

Kalau perbuatannya yang tidak baik, tidak disiplinkan pada waktu yang segera, ketika anak itu mulai bertumbuh, dia akan menjadi liar, menjadi binal dan tidak bisa diarahkan lagi. Selama saudara masih punya otoritas untuk mengarahkan anak, didik dia bahkan kadang-kadang dengan keras. Pakailah rotan, dan pukul pada pantatnya, jangan gunakan tanganmu untuk menempeleng atau menjitak kepalanya. Tangan hanya untuk mengelus dan membelai. Jangan gunakan sabuk saudara untuk menghajar tubuhnya, itu bisa membahayakan dirinya secara fisik. Tapi ambil rotan yang kecil, pedas kalau dipukulkan, tapi tidak berbahaya. Dan pukul jangan pada mukanya, pukul pada pantatnya. Membuat dia sadar bahwa dia membutuhkan disiplin.

Tongkat dan didikan mendatangkan hikmat, dan itu akan memberikan ketentraman dan suka cita karena kita melakukan disiplin bukan karena kita benci tapi justru karena kita mencintai anak kita.