Masalah Keuangan Keluarga

Masalah Keuangan Keluarga

Pada masa kini iblis berusaha menghancurkan rumah tangga – rumah tangga Kristen. Iblis berusaha membalik kepemimpinan keluarga di mana istri tidak tunduk kepada suami. Iblis berusaha agar suami-isteri melakukan kebobrokan moral atau menyebabkan mereka tidak berkomunikasi dengan baik dan maca-macam hal lain yang bisa menghancurkan kebahagiaan keluarga. Salah satunya adalah masalah keuangan karena bisa menghancurkan keutuhan rumah tangga.

MENGEJAR HARTA

Masalah keuangan dapat terjadi dalam keluarga apabila tujuan hidup adalah mengejar harta. Di dalam Lukas 12, Yesus menceritakan tentang “Orang Kaya yang Bodoh”. Mengapa Yesus berkata bahwa orang kaya yang berhasil mengumpulkan harta yang luarbiasa itu bodoh? Karena ternyata dia mengutamakan materi daripada perkara rohani, dia bersandar pada kekayaan dan menyangka jiwanya aman. Padahal dia tidak tahu malam itu nyawanya dicabut oleh Tuhan. Dari sini kita menyadari bahwa kekayaan itu penting tetapi bukan segala-galanya. Harta adalah alat tetapi bukan tujuan. Ada pepatah yang mengatakan, “Uang adalah hamba yang baik tetapi tuan yang jahat”. Kalau kita sudah menjadi hamba uang maka manusia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Ada berapa banyak orang yang pada masa kini tujuan hidupnya mencari harta. Padahal tujuan hidup yang utama, bukan mencari uang tetapi memuliakan Allah. Alkitab berkata, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.”

Namun terus terang banyak orang Kristen yang pola pikirnya masih duniawi (materialistis). Di dalam hidup ia hanya mengejar uang sebanyak-banyaknya. Mengapa seringkali suami dan isteri sibuk bekerja sehingga menghabiskan waktu, tenaga mereka yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan keluarga, untuk merawat anak-anak, untuk memberikan kepada mereka nilai-nilai yang bermanfaat. Sebab pemikirannya sudah dikuasai oleh faktor-faktor kebendaan.

Cinta yang diwujudkan adalah cinta materialistik. Cinta yang diukur berdasar tersedianya barang-barang melimpah. Padahal perhatian, kasih sayang dan waktu lebih penting daripada materi. Itu jarang diberikan kepada anggota keluarga. Uang memang penting tetapi bukan yang terpenting. Dengan uang kita bisa membeli obat tetapi bukan kesehatan, kita bisa kemana saja pergi kecuali ke surga, kita bisa membeli apa saja kecuali kebahagiaan. Alkitab berkata, “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi jiwanya binasa.”