Mengatasi Masalah Keluarga 01

Mengatasi Masalah Keluarga 01

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulurmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” Efesus 4: 29-32)

Sebagai orang percaya yang hidup pada akhir zaman kita harus waspada terhadap kuasa setan yang menghancurkan, khususnya rumah tangga-rumah tangga Kristen. Salah satu taktiknya adalah menghancurkan kasih dan suasana damai di tengah keluarga sehingga ketika tidak betah di rumah, setan mengambil kesempatan untuk meluluh lantakkan kebersaman keluarga tersebut. Sebab itu, kita harus memperkokoh ikatan rumah tangga kita dengan adanya hubungan yang penuh kasih, mesra dan kebebasan untuk saling mengeluarkan pendapat dalam berbagai pengalaman. Alkitab mengatakan, “Buang segala pertikaian, geram, amarah, dengki, dan marilah kita saling mengasihi dan mengampuni satu dengan yang lain.” Saya akan menjelaskan ada 3 hal yang menghambat masalah di dalam keluarga dan bagaimana mengatasinya sesuai dengan Firman Tuhan. Saya akan menyebut dengan istilah 3K.

Kesibukan

Masalah akan terjadi apabila setiap anggota keluarga terlalu sibuk dengan kegiatan pribadi dan tidak mempunyai waktu yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Masalah akan timbul apabila pribadi masiang-masing tidak merelakan jadwal pribadi demi acara bersama. Banyak orang sekarang hidup sendiri-sendiri. Memang mereka masih tinggal bersama-sama. Ayah sibuk bekerja. Ibu sibuk arisan. Anak sibuk study club. Padahal keutuhan keluarga adalah prioritas utama dalam kehidupan keluarga kita. Prioritas yang benar dalam kehidupan yang pertama adalah Tuhan; kedua, Keluarga; dan ke tiga adalah pekerjaan dan pelayanan. Kita harus memprioritaskan keutuhan keluarga sebagai sesuatu yang sangat penting didalam kehidupan keluarga kita.

“ Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!” Mazmur 128: 1-3.

Orang yang diberkati Allah, diberkati pekerjaannya dan berbahagia keluarganya sebagai ciri keluarga yang berbahagia , dapat di baca di ayat ke 3, “…istrimu akan jadi pohon anggur yang subur.” Banyak isteri bermuka masam. Banyak isteri di luar rumah manisnya luar biasa, rambut di salon, muka disablon. Namun di rumah, tanduk ada di atas kepalanya dan daster yang dipakai yang sudah butut. Warnanya sudah kumal, banyak bolongnya. “Adem”, katanya. Apalagi sifatnya minta ampun seperti singa ganas. Namun keluarga yang bahagia, isteri akan menjadi manis di dalam rumah. Berikutnya dikatakan, “…anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun disekeliling mejamu”

Akhir-akhir ini sulit sekali mengumpulkan anak-anak semeja makan dengan mereka karena yang satu pergi kemana, yang lain ke tempat yang lain sehingga tidak ada kesatuan keluarga. Namun keluarga yang bahagia, “….isteri akan manis dan anak-anak seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu”. Di tengah kesibukan apapun bentuknya, mari kita mengutamakan kesatuan keluarga. Karena kesibukan, apalagi dibiarkan akan seperti rayap yang menggerogori satu tataan kayu yang kuat yang menopang rumah sehingga menjadi runtuh tanpa kita sadari. Jika demikian bagaimana kita mengatasi kesibukan dan mewujudkan keluarga yang berbahagia.