Mengatur Waktu dan Keluarga 05

Mengatur Waktu dan Keluarga 05

Berpadanan dengan Batas Pendapatan

“Jangan besar pasak daripada tiang.” Kalau penghasilannya 700 ribu rupiah sebulan tetapi pengeluarannya 1 juta sebulan maka masalah akan saudara alami. Namun kalau anda penghasilannya 700 ribu rupiah dan pengeluarannya 600 ribu maka saudara bisa menabung 100 ribu rupiah sehingga ada kebahagiaan ke dalam hidup saudara. Di dalam Lukas 3: 14 Yohanes Pembaptis pernah ditanya, “Apa artinya bertobat?” Kemudian, dia menjawab kepada mereka, “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” Itu artinya bertobat. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu, itu artinya hidup dalam batas pendapatan. Jangan boros! Hindari kebiasaan mempunyai hutang. Belajarlah hidup hemat dan belajarlah menabung kalau ada uang lebih.

Ada orang bilang begini, “Alkitab kan bilang kita jangan khawatir. Lihat burung di udara, tidak menanam, tidak menyiram, tetapi dipelihara oleh Bapa di surga. Jadi kalau kita dapat gajian, habiskan saja dalam satu hari. Tuhan pelihara burung, masa Tuhan tidak bisa pelihara kita?” Tunggu dulu! Memang Tuhan memelihara burung tetapi kita kan bukan burung. Tuhan memberi hikmat dari akal budi kepada kita untuk bisa mengelola kehidupan dan keuangan dengan baik. Karena itu, belajarlah menabung, belajarlah hemat, belajarlah kalau berbelanja itu harus didasarkan pada kebutuhan primer dulu, kemudian kebutuhan sekunder.

Kalau belanja yang penting-penting dulu sajalah. Kalau saudara belajar, cobalah untuk membicarakan penggunaan keuangan sebagai proyek keluarga. Apalagi kalau saudara belanja untuk hal-hal yang cukup memakan biaya besar. Kalau suami mencari uang, isteri mengatur rumah tangga. Jangan pernah berpikir, “Kalau aku yang cari uang, aku bisa habiskan uang semauku.” Tidak! Bicarakan sebagai proyek keluarga, lalu belajarlah membeli barang-barang yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.

Kita kan berkeinginan besar. Hati manusia itu sekapalan tinju besarnya tetapi keinginannya kan lebih besar dari dunia. Sudah mempunyai motor, ingin punya mobil. Sudah mempunyai mobil mempunyai mobil satu ingin dua. Sudah mempunyai rumah satu ingin dua. Sudah mempunyai toko satu ingin dua. Lama-lama sudah punya isteri satu ingin dua. Wah, tidak semuanya yang diinginkan itu sesuatu yang dibutuhkan.

Selanjutnya saya menganjurkan berhati-hati dengan rayuan iklan. Sekarang iklan luar biasa sehingga menyeret kita untuk memuaskan keinginan melalui belanja. Sekarang “roh” shopping sangat luar biasa. Kalau kita tidak berhati-hati, maka kita bisa membeli apa saja yang sebetulnya kita tidak butuhkan. Hati-hatilah dengan barang murah. Kadang-kadang gara-gara barang murah, kita membelinya sehingga ketika sudah sampai dirumah malah menjadi sampah. Kita tidak terlalu membutuhkan hal-hal tersebut.

Hati-hati juga dengan penggunaan kartu kredit. Kartu kredit bisa digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu tetapi jangan kemudian dengan seenaknya menggunakan kartu kredit sampai pada akhir bulan kita tidak bisa melunasinya. Itu menyebabkan gaya hidup konsumtif yang akan menyebabkan kita pada kesulitan.

Saya menganjurkan kalau saudara memang tidak mau belanja, jauhilah shopping center, jauhilah toko, jauhilah godaan, jauhilah untuk ikut demo yang dipamerkan. Ada demo panci, demo ini dan itu. Bukan demonstrasi maksud saya tetapi peragaan panci ajaib yang bisa memasak sendiri sehingga kita membelinya. Kita membeli panci itu. Padahal di rumah sudah ada 15 pasang panci menumpuk dan tidak pernah dipakai lagi. Jauhilah shopping center kalau saudara memang tidak mau belanja.

Biasanya kalau suaminya mulai melirik-lirik wanita lain langsung saja si isteri mendoakan. “Di dalam nama Yesus, roh setan keluar” katanya. Waduh! Karena banyak pria jatuh karena wanita. Namun hati-hati isteri-isteri, banyak wanita jatuh karena lihat barang. Kalau melihat barang dia tidak dapat menguasai sehingga belanja semau-maunya. Dia tidak berkata, “Di dalam nama Yesus” tetapi “kehendakMu yang jadi.”

Saya teringat Daud itu jatuh karena Betsyeba, seorang wanita. Namun Hawa tidak jatuh karena pria. Alkitab tidak mengatakan Hawa jatuh cinta kepada orang lain. Namun Hawa jatuh karena melihat apa? Melihat buah, melihat barang, artinya kita harus menguasi diri juga. Jangan boros, hiduplah dalam batas pendapatan kita.