Mengatur Waktu dan Keluarga 06

Mengatur Waktu dan Keluarga 06

Hindari Sifat Serakah

“KataNya lagi,” Kepada mereka, berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.

Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, KataNya, “Ada orang kaya tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak punya tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang aku akan perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: “Hai engkau orang bodoh, pada malain ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan? Untuk siapakah itu nanti?” demikianlah jadinya orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau dia tidak kaya di hadapan Tuhan”. Lukas 12: 15-21.

Hindarilah sifat serakah karena akan menyebabkan kita mengalami kerugian. Jangan mengabaikan keluargamu hanya karena saudara mengejar harta. Ada banyak pasangan suami isteri, kerja keras “banting tulang, peras keringat” sehingga tidak ingat waktu, tidak memberikan perhatian kepada anak-anaknya. Ayah bekerja, ibu bekerja dari pagi sampai malam. Mereka berpikir dengan memberikan televisi, dengan memberikan uang jajan yang banyak, dengan playstation sudah dipandang cukup. Saya mau katakan, “Tidak cukup.”

Kita harus memberikan pendidikan rohani kepada anak-anak kita, mengajak anak kita berdoa, menuntunnya di dalam kebenaran firman Allah. Jangan abaikan keluargamu hanya karena saudara mengejar harta. Jangan pula mengabaikan hal-hal rohani, prinsip-prinsip firman Allah. Demi keuntungan saudara menghalalkan segala cara, saudara menipu orang sehingga, mungkin, saudara mendapatkan lebih tetapi saudara seperti orang kaya yang bodoh tadi. Jiwamu akan gelisah dan engkau akan mengalami hukuman dari Allah. Sebab itu belajarlah memiliki rasa cukup di hadapan Allah. Belajarlah mengucap syukur untuk segala anugerah-Nya. Kalau kita belajar hidup puas dengan anugerah Allah dan tidak serakah maka kita akan hidup bahagia.

“Memang ibada itu kalau disertai rasa cukup memberi keuntungan besar. Sebab, kita tidak membawa suatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa keluar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah….karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 1 Timotius 6: 6-8, 10.

Namun kalau kita belajar hidup berada dari apa yang ada, bahkan mengucap syukur untuk anugerah Allah, tidak serakah pada waktu itulah Tuhan akan memberkarti kita secara luar biasa. Apa yang kita lakukan akan Tuhan buat berhasil dan kita sungguh-sungguh akan menjadi orang Kristen yang memiliki kehidupan keluarga yang berbahagia. Aturlah waktumu dengan baik. Aturlah keuanganmu dengan baik. Belajarlah memerhatikan keluarga kita.

Saya ingin bertanya kepada saudara, “Apakah ada di antara saudara yang sedang mengalami konflik di dalam keuanganmu krena, mungkin, saudara tidak pandai mengatur waktu dengan baik atau, mungkin saudara mengalami banyak macam masalah dalam keluarga karena kondisi keuanganmu yang tidak memadai atau karena saudara tidak bisa mengelola keuangan itu dengan baik atau, mungkin, saudara merasa isterimu terlalu boros atau saudara sendiri yang tidak bisa menyimpan uang atau, barangkali, saudara sedang berpikir, “Waduh! Suamiku itu terlalu pelit, tidak pernah memberi uang belanja kepada saya?

Marilah kita belajar hidup berkenan kepada Allah dengan mengatur waktu dan keuangan dengan baik. Cintailah keluarga kita, terapkanlah prinsip firman Allah tentang waktu dan keuangan. Saya yakin TUHan akan memulihkan keluarga kita.

Saya ingin berdoa untuk saudara. “Bapa, kami telah menerima firmanMu dan kami ingin keluarga kami dipulihkan. Kalau ada masalah keuangan, dalam nama Yesus, Engkau Jehova Jireh, Allah yang menyediakan segala kebutuhan kami dan biarlah kami menjadi orang-orang yang bijaksana mengatur uang dengan baik. Tidak boros, tidak serakah, tetapi kami mengutamakan Tuhan, memuliakan Tuhan dengan harta kami. Bahkan kalau ada di antara kami yang selama ini membuang waktu kami dengan sia-sia karena kemalasan kami atau kesibukan yang tidak tentu, tidak teratur maka hambaMu berdoa supaya kami belajar menggunakan waktu dengan lebih baik. Waktu untuk keluarga, waktu untuk Tuhan, sehingga kami merasakan anugerah Allah melimpah dalam hidup kami. Berkatilah kami semua. Di dalam nama Yesus, Halleluya. Amin.”

 

Tamat