AWAL SEBUAH KEAJAIBAN 04

AWAL SEBUAH KEAJAIBAN 04

Buana yang Penuh Derita

Setiap pagi, kira-kira jam 5.00 subuh, sering lewat di depan rumah saya, ketika keadaan masih gelap, para pemulung yang begitu antusias mengais-ngais kotak sampah, mencari sesuatu yang dapat dijualnya. Mengapa mereka melakukan hal itu setiap pagi, bertahun-tahun sepanjang hidup mereka sebagai pemulung? Seandainya saja mereka tahu bahwa ada yang jauh lebih berharga untuk mereka cari di saat fajar itu, tentu hidup mereka akan berubah. Bukan hanya pemulung yang sering lewat di depan rumah saya setiap subuh, juga seorang penjual roti yang menjajakan dagangannya dalam sebuah gerobak kereta yang dikayuhnya dengan kakinya. Sambil mengayuh gerobaknya, ia meneriakkan dagangannya dengan suara yang khas, “Rotiiiii….” Dan menyebutkan brand atau pabrik pembuatnya yang terkenal. Mata tukang roti itu menatap rumah-rumah kiri dan kanan, mencari penghuni yang terbangun dan keluar pintu untuk memanggil dan membeli jualannya. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun, itulah yang dikerjakannya setiap subuh, saat fajar mulai merekah di ufuk Timur. Yang diingatnya, hanyalah roti, roti, dan roti yang harus terjual setiap hari agar periuk nasinya tetap berasap dan keluarganya hidup.

Ada sebuah lelucon tentang seorang tukang roti yang begitu bersemangat menjajakan dagangannya setiap pagi. Dia berteriak dan matanya liar menatap rumah-rumah di kiri dan kanannya. Tukang roti itu terus berteriak dan mengayuh gerobaknya melewati perempatan jalan tanpa menghiraukan lalu lintas, karena ia hanya memikirkan dagangannya. Ia terus melaju tanpa menghiraukan situasi lalu lintas. Ia tidak sadar bahwa ada mobil yang melaju agak kencang dan tabrakan pun tak dapat dihindari. Dagangannya amburadul di tengah jalan dan ia sekarat mau mati. Ketika banyak orang datang berkerumun dan bertanya, “Ada apa pak…ada apa pak?” Tukang roti yang sedang sekarat, namun masih dapat mendengar pertanyaan orang banyak, dengan pandangan nanar, menatap orang banyak dan menjawab, “Ada coklat, keju, srikaya, durennn!” Orang banyak yang mendengar jawaban tukang roti, menjadi marah dan membentak, “Kamu ditanya apa, jawabannya apa. Ayo nyebut, nyebut!” Tukang roti dengan bingung dan lemah berteriak, “Rotii!!!”

Anda tertawa? Yah, itulah kehidupan orang-orang yang hanya memikirkan dan mencari uang saja. Tahun 2002, saya pergi ke Kanada untuk urusan sekolah anak saya. Saya tinggal di Toronto selama 3 minggu. Setiap jam 3 pagi, saya selalu terbangun, mungkin karena perbedaan waktu antara Jakarta dan Kanada, sehingga waktu tidur pun perlu penyesuaian. Setiap saya terbangun dalam keheningan di subuh Toronto, yang saya dengar bukan tukang roti jualan, tetapi raungan sirine mobil ambulans. Sayay sering berpikir apakah ada ‘tukang roti’ lain yang sedang sekarang di pagi itu, di bawah ke rumah sakit. Tinggal di komplek perumahan dengan sebuah rumah ibadah yaitu mesjid di belakang rumah, memberikan sebuah nuasa lain dalam kehidupan kami sekeluarga. Setiap jam 4.30 pagi, saya mendengar suara Adzan, atau panggilan untuk sembayang bagi kaum muslimin. Saya tidak tahu berapa banyak orang yang mendengar panggilan ibadah itu dan bangun untuk menunaikan sembayang. Namun, yang pasti saat seperti itu, saya pun mengambil waktu untuk merenung dan melakukan pencarian hadirat Allah yang saya sembah.

Pertemuan indah di saat fajar itu, merupakan kekuatan dan awal kemenangan bagi hidup saya dalam setiap pergumulan yang saya hadapi pada hari itu. Apakah anda ingin hidup dalam kemenangan? Semua itu harus mulai dengan diri anda, seperti yang dikatakan oleh pemandu acara tak show terkenal di Amerika, Oprah Winfrey, “Although there may be tragedy in your life, there’s always a possiblity to triumph. It does.t matter who your are, where you come from. The ability to triumph begins with you. Always.” (Walaupun mungkin ada tragedi dalam hidup anda, selalu ada kemungkin untuk menang. Tidak menjadi masalah siapa dirimu, atau dari mana anda berasal. Kemampuan untuk menang mulai dengan dirimu. Selalu). Mari bersama-sama kita mencari sesuatu yang dapat menjadi landasan bagi kemenangan hidup dan masa depan kita masing-masing pribadi.