AWAL SEBUAH KEBERANIAN 02

AWAL SEBUAH KEBERANIAN 02

Ada Keajaiban

Bacalah penggalan kutipan alkitab berikut yang diambil dari 1 Samuel 17: 40-50 tentang kisah Daud dan Goliat:

“Lalu Daud mengambil tongkatnya ditangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. Orang Filistin itu kian mendekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. Ketika orang Filistin itu menunjukkan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-bintang di padang.” Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.” Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan muka ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.”

Bayangkan, seorang Daud yang masih remaja dan pekerjaannya hanyalah seorang gembala ternak, tetapi ia dapat membunuh seorang raksasa bernama Goliat. Itu adalah sebuah pertarungan yang sangat tidak seimbang. Dalam buku, Chronology of King David’s Life yang disusun oleh William H. Gross, Daud diperkirakan lahir tahun 1035 BC, antara tahun 1040 BC- 1030 BC. Dia telah diurapi menjadi raja ketika kira-kira berumur 10-13 tahun ( 1 Samuel 16) dan berumur 15-17tahun ketika ia mengalahkan Goliat ( 1 Samuel 17). Daud mengalahkan Goliat hanya bersenjatakan ketapel yang sudah umum digunakan, baik oleh anak-anak remaja maupun tentara (Hakim-hakim 20: 16), tanpa pakaian perang, tameng atau pedang. Hal itu tidak sebanding dengan penampilan musuhnya, seorang raksasa Goliat.

Dalam 1 Samuel 17: 4-7, digambarkan bahwa Goliat itu tingginya kira-kira 3 meter ( 6 hasta dan 1 jengkal). Ia memakai penutup kepala (helm) dan baju perang tembaga yang beratnya kira-kira 70 kg (5000 syikal) dan penutup kaki tembaga. Ia juga membawa tombak yang berat kepalanya saja mencapai kira-kira 8.5 kg (600 syikal besi). Daud hanyalah seorang gembala, sedangkan Goliat adalah seorang jawara perang. Bagaimana seorang anan kecil , yang bersenjatakan alat sederhana dan tak pernah bertarung melawan seorang jagoan pun ,dapat mengalahkan seorang raksasa yang bersenjata lengkap dan punya pengalaman dalam peperangan sebagai tentara? Dalam pertarungan yang tidak seimbang itu, Daud berkata kepada musuhnya, Goliat, “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.” Kemenangan Daud itu terletak pada nama Tuhan Semesta Alam, yang dibawa Daud ketika ia maju untuk menghadapi tantangan Goliat.

Ada sebuah keberanian terjadi ketika Daud berjalan dan bersandar kepada Tuhan, Daud memiliki sebuah kekuatan dan keberanian untuk maju melawan Goliat, orang Filistin itu. Ia tahu bahwa raja Saul dan segenap prajurit Israel sedang dalam keadaan ketakutan ketika mendengar dan melihat penampilan Goliat yang luar biasa (1 Samuel 17: 11). Itu sebabnya ia berkata kepada raja Saul, “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” (1 Samuel 17: 32). Daud tidak merasa gentar sedikitpun melihat penampilan Goliat yang tingginya mungkin 2 kali lipat dari tubuhnya sendiri.