AWAL SEBUAH KEBERANIAN 02 a

AWAL SEBUAH KEBERANIAN 02 a

Ia tidak gentar melihat Goliat berselubung tutup kepala dari jubah tembaga atau melihat tombaknya yang begitu panjang dan berat. Ia yakin bahwa Allahnya, ALLAH SEMESTA ALAM bukanlah tandingan manusia atau raksasa sekalipun.

Sebagai anak Yahudi, Daud pasti sudah mendengar dan mengetahui bagaimana Allah orang Israel telah membebaskan bangsanya dari perbudakan di negeri Mesir. Ia tahu bahwa ALLAH telah menaklukkan dewa-dewa orang Mesir melalui 10 malapetaka yang turun ke atas negeri mereka. Ia pasti sudah mendengar bagaimana ALLAH telah membuat Laut Merah terbelah dan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun dengan menurunkan roti manna, air dari gunung batu, dan burung puyuh. Bahkan, selama 40 tahun itu pakaian mereka tidak rusak dan kaki mereka tidak bengkak (Ulangan 8). Dari mana Daud mengetahui semua itu sehingga ia memiliki keberanian untuk maju melawan Goliat? Setiap orang Israel, tugas seorang bapa, harus memberitahu dan mengajar setiap anaknya tentang perintah Tuhan dan memberitahu mereka tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar (Ulangan 6: 1-7).

Daud percaya Allah Semesta Alam, artinya Allah bersama dengan segala bala tentara langit (Mazmur 103: 21 ; 148: 2, Daniel 4: 35) atau segala malaikatNya akan berperang melawan Goliat. Bagaimana mungkin seorang manusia, raksasa sekalipun, akan tahan melawan Allah dan malaikat-malaikatnya, itu sebabnya ia bertanya beberapa kali kepada para prajurit Israel, apa hadiah bagi orang yang dapat mengalahkan Goliat ( 1 Samuel 17: 26-30).

Tidak pernah ada sebuah kemenangan diraih oleh seseorang yang melawan musuh yang tidak kelihatan. Contoh yang paling nyata adalah perang Vietnam yang berlangsung selama 19 tahun, 180 hari ( 1 November 1955 – 30 April 1975). Tentara Amerika Serikat dengan segala persenjataan modernnya menderita kekalahan dan terpaksa harus menarik diri dari arena pertempuran karena tidak berdaya melawan tentara Vietnam Utara, berpaham Komunis, yang menjalankan taktik perang Gerilya. Mereka kalah dengan kehilangan lebih dari 50 ribu tentara mati dan lebih dari 300 ribu luka-luka dan cacat. Mereka kalah karena melawan musuh yang tidak kelihatan alias bersembunyi. Dalam dunia persilatan, seorang yang berilmu tinggi dapat bergerak cepat sehingga bayangannya pun tak dapat dilihat, maka ia disebut ‘pendekar tanpa bayangan’. Biasanya pendekar seperti itu tidak mempunyai lawan, ia menjadi seorang sakti yang misterius dan ditakuti oleh para penjahat pengacau keamanan.

Bayangkan, dengan senjata katapel yang sederhana. Daud dapat menjaga jarak yang cukup jauh dari musuhnya. Goliat, musuhnya dapat beraksi dengan perkasa bila Daud ada di dekatnya. Ia dapat memainkan pedang, tombok, dan perisainya untuk membunuh Daud. Namun, hal itu susah dilakukan karena Daud berada jauh di luar jangkauannya. Dengan pertolongan Allah yang tidak kelihatan maka sebutir batu yang kecil dapat dengan tepat masuk ke dahi Goliat yang terbuka. Dalan Nama Allah, ada keajaiban yang tidak pernah dapat kita bayangkan. Sebuah keajaiban dapat mengubah batu yang kecil dan peluang kecil di dahi Goliat menjadi sebuah kemenangan yang luar biasa.

Itu sebabnya Daud yang sama menulis, “Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemangan yang gilang gemilang oleh tangan kanan-Nya. Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak. Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!” (Mazmur 20: 7-11).

Kenalilah Nama Tuhan Allahmu, maka saudara akan mengalami sebuah keajaiban dalam meraih kemenangan untuk bangkit dari keterpurukan. Hal-hal kecil dalam diri saudara dapat berubah menjadi sesuatu yang luar biasa untuk meraih kemenangan sebab Tuhan tidak bergantung kepada saudara atau apapun yang saudara miliki. Di dunia jurnalistik di Barat, ada pameo atau slogan yang berbunyi, “Bila anjing menggigit orang, maka itu adalah hal yang biasa, tetapi bila orang menggigit anjing, maka itu adalah sesuatu yang luar baisa sehingga dapat menjadi sebuah headline atau berita besar di halaman muka sebuah surat kabar.” Orang besar bertarung melawan anak kecil dan menang, itu adalah sesuatu yang biasa, wajar. Namun, bila anak kecil yang menang, itu adalah sesuatu yang luar biasa. Itu adalah sebuah keajaiban. Itulah yang terjadi dalam hidup Daud, ketika ia percaya dan bersandar kepada Nama Tuhan Semesta Alam yang dahsyat.

Dalam Nama Allah Pencipta Langit dan Bumi, Penguasa Semesta Alam, saudara memiliki harapan untuk bangkit dari keterpurukan yang saudara sekarang alami. Jangan takut melihat kenyataan betapa beratnya beban yang harus saudara pikul. Jangan kecil hati melihat betapa besarnya persoalan yang harus saudara hadapi. Ada Allah yang namaNya penuh kuasa untuk menciptakan sebuah keajaiban.

Dalam Mazmur 50: 15, “Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku”. Ada janji tentang kemenangan. Kata berserulah (call) berasal dari kata kerja Ibrani, qara yang berarti memanggil nama. Jadi, panggillah Nama Allah yang penuh kuasa ketika kita menghadapi kesusahan atau tekanan, maka Dia akan meluputkan kita dari segala kesesakan atau stress yang menekan kita.

Ada sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di India, ketika seorang utusan Injil, E.P. Scott, di tangkap oleh suku terasing dari gunung dan hendak dibunuh. Ia dengan tenang berdoa dan menutup matanya, memainkan biolanya sambil menyanyikan sebuah lagu berjudul “All Hail the Power of Jesus Name” (Berilah Hormat pada Kuasa Nama Yesus) yang ditulis oleh Edward Perronet (1779). Ketika ia menyanyikan kalimat, “Biarlah Setiap Keluarga, setiap suku, di planet bumi ini memberikan kemuliaan padaNya, Nobatkan Dia, Nobatkan Dia”, Scott membuka matanya. Ia melihat air mata mengalir dari mata orang-orang yang mengepungnya. Ia diperbolehkan masuk ke desa dan tinggal selama dua tahun disana. Ada banyak jiwa dimenangankan oleh pelayanannya.