AWAL SEBUAH KEBAHAGIAAN 04

AWAL SEBUAH KEBAHAGIAAN 04

Pilunya Penemuan

K.C. Chiang berumur 21 tahun ketika tiba di Amerika Serikat dari Singapura dan tinggal di Mobile, Alabama, menjadi seorang warga negara Amerika. Ia mulai dari bawah mengejar impiannya di benua baru dengan bekerja di bidang jasa dan kemudian akhirnya memasuki dunia real estate (bangunan) sebagai seorang agen penjualan perumahan. Bulan April, tahun yang lalu, bersama isteri dan partner bisnisnya, Terri, ia seharusnya menandatangani kontrak penyerahan bangunan yang akan menjadi proyek peninggalan yang membanggakan, The Wyndham & Winfield Resort Hotel and Convention Center di Orange Beach, Alabama, Amerika.

Chiang, 54, memperkirakan proyek itu akan membuka 1700 lowongan kerja di daerah itu. Ia berkata, “Anda tahu, ketika Anda bertambah tua, Anda mulai berpikir tentang apa yang Anda ignin orang lain katakan tentang diri Anda, ‘Aku ingat orang ini’”. Namun, tanggal 20 April 2010, 10 hari sebelum Chiang menanda-tangani surat kontrak penyerahan/penerimaan proyek, bencana pengeboran minyak laut dalam di teluk Mexico terjadi dan menyapu semua simpanan Chiang dan isterinya yang tertanam dalam proyek senilai $165 juga atau lebih dari Rp. 1 triliun. Minyak mentah sebanyak 800.000 m³ mencemari laut dan pantai, maka bangkrutlah K.C. Chiang dan isterinya, walaupun berbagai usaha telah dilakukan untuk menuntut ganti rugi dari perusahaan minyak The British Petroleum, namun semuanya sia-sia. Tiga puluh tiga tahun bermimpi dan berjuang keras untuk mewujudkan impian dalam sebuah pencarian yang tidak mengenal lelah, namun yang ditemukan hanyalah kegagalan. Sebuah pencarian dan penemuan yang memedihkan hati dan melemahkan semangat hidup.

Tahun 1945, Jepang berada di ground Zero setelah bom atom diledakkan di Hirosima dan Nagasaki. Selama berpuluh-puluh tahun bangsa Jepang berjuang keras dalam sebuah pencarian materi yang luar biasa dan di era ’80 an dan 2000an, Jepang sudah bertengger dalam group negara terkaya di dunia. Di hampir setiap jalan di dunia, ada mobil Jepang melaju dan hampir setiap rumah di dunia ada perkakas yang diproduksi oleh perusahaan Jepang. Taun 2011, Jepang yang kaya raya memiliki cadangan devisa lebih dari $ 1 triliun. Namun, pertengahan Maret, tahun yang lalu, Jepang di goncang gempa berkekuatan 9.0 skala Richter dan gelombang Tsunami dengan ketinggian 40 meter dan terancam radiasi nuklir karena 3 reaktor nuklir di Fukushima meledak. Diperkirakan biaya pemulihan akan menggerus cadangan devisa sebanyak lebih dari $ 300 milyar.

Bukankah peristiwa-peristiwa  seperti di atas tadi menggambarkan pencarian dan penemuan yang banyak dialami oleh sebagian besar orang di dunia? Ada orang yang sepanjang hidupnya bekerja keras menabung dengan harapan menikmati hidup di masa tua. Untuk itu ia menanamkan tabungannya di bank atau tempat penitipan modal/investasi dengan harapan memperoleh bunga yang tinggi. Namun, ketika ia pensiun ada bank yang tutup karena pemilik bank membawa lari uang nasabah ke luar negeri. Ada juga perusahaan investasi yang memutar uangnya di meja perjudian, maka hilanglah semua uang titipan ketika perusahaan investasinya kalah dalam perjudian. Ada oran gyang baru mengambil tabungan uang pensiunnya dari bank namun di rampok di tengah jalan. Ada yang rumahnya habis karena kebakaran atau hartanya musnah karena bencana alam. Hidup jadi penuh dengan kepahitan, karena semua yang disimpan musnah dalam sekejap.