AWAL SEBUAH KETENANGAN

AWAL SEBUAH KETENANGAN

Saudara pernah mendengar nama Pandora? Pandora artinya the one with all gifts, (Orang yang multi talenta). Pandora adalah gadis yang pertama diciptakan di dunia, menurut mitos orang Yunani. Ia disebut Pandora karena menerima bermacam-macam anugerah atau talenta yang diberikan oleh beberapa dewa kepadanya. Aphrodite, dewi kecantikan, memberikan kecantikan dan kelembutan yang harus dimiliki oleh seorang wanita. Appolo, dewa musik, sastra, ilmu pengetahuan, memberikannya kecakapan bermain musik dan kecerdasan. Athena, dewi bijaksana dan seni, memberikannya kemampuan akan seni yang tinggi dan Hermes, dewa perdagangan, memberikannya kecakapan untuk membujuk dan selalu ingin tahu sesuatu.

Pandora diciptakan oleh Hephaestus, dewa kerajinan tangan, atas perintah Zeus, Raja segala dewa, dewa langit, halilintar, hukum dan keadilan. Hal itu dilakukan sebagai hukuman atas tindakan Prometheus yang mencuri api suci pengetahuan dari puncak gunung Olympus untuk menerangi dunia. Zeus memberikan Pandora kepada Ephimesheus, saudaar Prometheus, bersama sebuah buyung (banyak dikenal dengan istilah kotak) yang isinya segala hal yang jahat, yang dapat menyebabkan manusia sakit, susah, bahkan kematian. Namun, bersama dengan hal-hal yang buruk, dalam buyung itu ada juga sebuah harapan. Prometheus sudah memperingatkan saudaranya untuk tidak menerima barang apapun dari Zeus, tetapi kecantikan Pandora membuat Epimetheus terpesona dan menerimanya.

Pandora diberi sebuah syarat ketika membawa buyung atau kotak Pandora itu, yaitu ia tidak boleh membukanya. Walaupun ia dapat mematuhinya untuk beberapa saat, akhirnya rasa keingintahuannya membuat Pandora membuka buyung itu dan keluarlah segala hal yang jahat memenuhi dunia, membuat manusia menjadi sakit, susah dan mati. Namun, manusia masih memiliki sebuah harapan yang masih tertinggal dalam buyung atau kotak Pandora. Coba kita renungkan kisah ketidak-taatan mitos Yunani ini. Ketidak-taatan telah menyebabkan penderitaan, kesakitan, kelemahan, ketidak-bahagiaan dan kematian. Seandainya saja, Pandora mau mendengarkan pesan atau perintah Zeus, maka segala kekacauan dan penderitaan itu dapat dihindari.

Merenungkan kisah asal mula dari kehidupan manusia yang susah menurut versi Yunani, bukankah Alkitab pun sudah menceritakannya lebih dahulu dalam kita Kejadian 3: 6?

Dalam bagian kitab suci ini, dikisahkan bahwa Hawa yang tergoda untuk tahu bagaimana rasanya buah pengetahuan yang baik dan yang jahat, telah melanggar larangan Firman Tuhan. Ia memetik dan makan buah tersebut, bahkan memberikannya kepada Adam untuk mencobanya. Ketidak-taatan telah menyebabkan hidup manusia menjadi susah. Adam dan Hawa keluar dari Taman Eden, taman yang penuh dengan ketenangan, untuk tinggal di bumi yang juga jatuh ke dalam kutuk dosa.

“Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari apdanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu; semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Dalam Kitab Kejadian 3: 17-19, ketidak-taatan telah menyebabkan manusia hidup dalam ketidak-nyamanan. Manusia telah kehilangan damai dah harus hidup di bumi yang hanya mendatangkan kepedihan dan kematian. Apa yang dirasakan oleh Adam dan Hawa ketika mereka melanggar perintah Tuhan? Kitab Kejadian 3: 8-10 menceritakan,

“Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam tanam ini, aku menjadi takut karena aku telanjang; sebab itu aku sembunyi.”

Adam dan Hawa hidup dalam ketakutan dan keresahan sehingga mereka harus bersembunyi, lari dari pertemuannya dengan Tuhan yang biasa dirindukannya. Bagaimana kita dapat keluar dari keadaan yang tidak menyenangkan ini, keluar dari ground zero kehidupan yang membuat hidup kita tidak nyaman, resah dan takut? Tuhan menginginkan sebuah ketaatan dalam hidup kita. Seandainya saja Pandora taat. Seandainya saja Adam Hawa taat.