AWAL SEBUAH KETENANGAN 02a

AWAL SEBUAH KETENANGAN 02a

“Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa di depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih banyak dan lebih kuat dari padamu dan TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah engkau mengasihi mereka. Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kau berikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki” (Ulangan 7: 1-3)

“Sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.” Ulangan 7: 4

Mengapa ada larangan semacam itu? Tuhan tidak mau hidup mereka tercemar oleh budaya bangsa-bangsa yang tidak menyembah dan memuliakan Allah dengan benar. Hubungan pernikahan diantara mereka akan membuat identitas bangsa pilihan Allah menjadi hancur dan musnah. Itu sebabnya pada Ulangan 6: 4, bangsa Israel disuruh mendengar dengan cerdas dan mengerti kehendak Tuhan dengan baik. Kata mendengar adalah terjemahan kata kerja Ibrani shama yang berarti to hear intellegently. (Mendengardengan cerdas dan mengerti).

Banyak orang memiliki telinga dan dapat mendengar namun tidak mengerti yang didengarnya sehingga melakukan hal yang salah. Hal itu menimbulkan kesulitan dan penderitaan seperti si sulung dalam cerita Lauk Seribu Ikan. Seandainya saja orang dapat mendengar dengan cerdas seperti si bungsu, tentulah hidupnya tidak akan terpuruk berkepanjangan. Sebelum kita dapat berkata, “Jadilah kehendakMu,” kita harus belajar mendengar suara Tuhan yang tertulis. Kita harus tahu apa kehendak Tuhan bagi hidup kita sehari-hari. Adam dan Hawa akhirnya harus hidup di ground zero kehidupan dalam ketakutan dan keresahan karena tidak mendengar cerdas apa yang dikatakan oleh TUHan.

Frank Tyger (1929-2011), penulis dan kartunis majalah The Times, Amerika Serikat, menulis “Be a good listener. Your ears will never get you in trouble” (Jadilah pendengar yang baik. Telingamu tidak akan membuatmu susah)