AWAL SEBUAH KELIMPAHAN 05a

AWAL SEBUAH KELIMPAHAN 05a

Saudara tahu berapa banyak makanan di dunia ini yang terbuang begitu saja tanpa alasan yang jelas? Di Amerika saja, negara super kaya yang serba ada, setiap tahun orang-orang memiliki makanan menyia-nyiakan 30% dari makanan yang mereka hasilkan dan itu bernilai kira-kira $ 48,2 milyar. Selama bertahun-tahun mereka membuang makanan yang tidak termakan atau tidak dapat di makan dari lemari pendingin, restoran, kantin atau cafetaria sekolah atau supermarket. Menurut Sustainablebusiness.com News, setiap tahun, dari data PBB, 1/3 makanan yang dihasilkan di dunia untuk konsumsi manusia, setara dengan 1,3 milyar ton hilang atau terbuang. Di negara-negara berkembang, lebih dari 40% makanan hilang ketika panen, di gudang, dalam perjalanan pengangkutan, dan selama dalam proses pengolahan atau pengepakan. Sedangkan, di negara-negara industri, lebih dari 40%, makanan hilang atau terbuang dalam proses penjualan atau dibuang oleh konsumen karena tidak menghendakinya.

“Berikanlah Kami Pada Hari Ini Makanan Kami Yang Secukupnya.” Kalimat itu haruslah merupakan sebuah awal kelimpahan dalam hidup kita, karena Bapa kita di Sorga tahu memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Ia bukan Bapa yang hanya memberikan yang secukupnya saja, tetapi Ia juga adalah Bapa yang tahu memberikan jauh lebih dari yang kita minta. Dalam Filipi 4: 19, Paulus memberitahu gereja di Filipi bahwa, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.” Paulus menjamin jemaat di Filipi bahwa apa yang telah diberikan oleh mereka kepada Paulus dalam pelayanan akan dikembalikan oleh Allah menurut kekayaan dan kemuliaanNya. Bayangkan, Allah yang Mahakaya dan Mahamulia dapat memenuhi segala keperluan kita jauh lebih banyak dari apa yang dapat kita pikir dan bayangkan ketika kita minta kepadaNya. Itu sebabnya, kepada jemaat Efesus, Paulus mendorong agar mereka mengerti lebar, panjang, tinggi, dan dalamnya kasih Allah agar dapat mengalami berkatNya yang luar biasa, agar dapat memiliki hidup yang berkelimpahan.

Ketika Ia memberikan kepada kita berkat yang jauh melebihi apa yang kita minta, maka tentu tidaklah salah bila kita menyimpannya dalam sebuah perencanaan yang baik sebab keperluan hidup itu kan bukan hanya makan saja. Dulu banyak masyarakat agraris, keperluan hidup hanyalah berbentuk pangan (makanan), pakaian dan papan (rumah). Sekarang dalam dunia modern, kita memerlukan peningkatan taraf kehidupan agar dapat membiayai pendidikan, pengobatan, dan pemenuhan segala keperluan hidup termasuk hiburan. Untuk itulah segala kelebihan yang diberikan oleh TUHan harus digunakan dengan perencanaan yang baik. Bukan hanya itu saja, Tuhan juga mau agar hidup kita menjadi berkat bagi orang melalui pelayanan yang dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan.

Terima Kasih Tuhan

Buat BerkatMu Atas Hidupku

Ketika dunai memandangku, saat aku dalam pergumulan

Mereka berkata bahwa aku tak punya apa-apa, namun mereka keliru

Dalam hatiku aku bersukacita, sungguh aku ingin mereka dapat melihatnya

Terima kasih Tuhan, buat berkatMu atas hidupku

Chorus:

Ada atap di atasku, aku punya tempat baik untuk tidurku

Ada makanan di mejaku dan sepatu di kakiku

Kau berikan cintaMu, ya Tuhan, dan keluarga yang baik

Terima kasih Tuhan buat berkatMu atas hidupku

Aku tahu bahwa aku tidak kaya, dan bajuku ini tidaklah baru

Aku tak punya banyak uang, namun aku memilikiMu ya Tuhan

Bagiku itulah yang terpenting, walau dunai tidak mampu melihatnya

Terima kasih Tuhan buat berkatMu atas hidupku