AWAL SEBUAH KEMULIAAN 01

AWAL SEBUAH KEMULIAAN 01

Perenungan

Mari kita renungkan dosa kita yang besar selama ini, yang telah membuat berkat Bapa jauh dari hidup kita. Mengapa Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden dan harus memulai sebuah kehidupan yang penuh dengan kekerasan dan kesakitan? Bukankah karena mereka telah berubah menjadi manusia yang tidak tahu berterima kasih kepada Penciptanya? Mereka diciptakan dengan segala fasilitas yang luar biasa yaitu dunia yang telah indah tertata. Makakan yang berlimpah telah tersedia untuk dinikmati dan sebuah tempat indah dan tenang luar biasa disediakan Tuhan untuk mereka tinggali. Hidup yang harus dijalani oleh mereka hanyanya tidur, bangun, jalan-jalan, makan, istirahat, tidur lagi. Namun, apa yang mereka lakukan untuk membalas segala kebaikan Sang Pencipta. Keserakahan telah memenuhi hati mereka untuk menjadi sama dengan Allahnya, karena itu mereka mau mendengarkan bujukan setan yang licik untuk makan buah larangan dan jatuhlah mereka ke dalam dosa.

Di atas gunung Sinai, Allah telah memilih dan menetapkan sebuah bangsa untuk menjadi harta kesayanganNya. (“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan iman dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.” Keluaran 19: 5-6.

Nenek moyang bangsa ini, Abraham, telah dipilih dan dipanggil dari Urkasdim untuk tinggal di negeri yang berlimpah susu dan madu. Bangsa Israel telah dipilih dan ditetapkan oleh Allah untuk menjadi sebuah bangsa yang besar dan menjadi kesayangan Allah Sang Pencipta Langit dan Bumi.

Tiga belas tahun sebelum kelaparan besar menimpa negeri Kanaan, negeri nenek moyang bangsa Israel, Allah telah mempersiapkan Yusuf untuk keluar dari Kanaan dan kemudian menjadi raja muda di Mesir. Yusuf lah yang bertanggung jawab atas seluruh produksi pangan di Mesir saat kelimpahan dan dia juga yang mengatur penjualan dan distribusi pangan saat kelaparan hebat melanda negeri Kanaan dan sekitarnya. Yusuf lah yang dipakai oleh Allah untuk memelihara nenek moyang bangsa pilihan Tuhan itu. Namun, kematian Yusuf dan Firaun yang baik di Mesir telah membawa nasib keturunan Abraham, Yakub dan Ishak ke dalam derita perbudakan selama kira-kira 400 tahun. Namun, Allah melepaskan mereka dan membawa mereka kembali ke negeri yang dijanjikan melalui Musa.

Sebaliknya, apa yang dilakukan oleh bangsa Israel untuk membalas segala kebaikan Tuhan yang berlimpah itu? Sejak dalam perjalanan kembali menuju negeri yang dijanjikan, bangsa itu memuja berhala ketika Musa berada di gunung Sinai untuk menerima 10 perintah Tuhan.

Pengampunan yang dimohonkan Musa bagi bangsa yang tidak tahu berterima kasih ini, memungkinkan mereka meneruskan perjalanannya ke negeri yang dijanjikan. Di bawah kepemimpinan Yosua, bangsa Israel dapat menaklukan musuh-musuh yang menduduki tanah Kanaan. Dengan berbagai mukjizat Allah memungkinkan bangsa Israel memiliki kembali tanah Kanaan yang telah ditinggalkan lebih dari 400 tahun lamanya. Musa sudah memberi peringatan kepada bangsa itu agar mereka tidak melupakan Tuhan Allahnya bila telah diam di negeri yang dijanjikan, telah mendirikan rumah-rumah yang baik, makan dengan kenyang dan harta kekayaan bertambah banyak. Mereka harus bersyukur dan beribadah kepadaNya dengan segenap hati dan melakukan segala perintahNya dengan setia.